Beranda Seputar Depok Dinkes Depok Terus Kampanyekan Bahaya Campak dan Rubella

Dinkes Depok Terus Kampanyekan Bahaya Campak dan Rubella

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Depok, Rani Martina (paling kanan) (Foto Dok. Diskominfo)

DEPOK – Dengan latar belakang rekomendasi dari WHO melalui The Worild Health assembly (WHA) menetapkan global vaccine action plan (GVAP) pada bulan Mei 2012 Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai eleminasi dan pengendalian rubella pada tahun 2020.

“Penyakit rubella adalah virus dan penyakit yang sangat menular, kalo campak menular pada anak-anak,” ujar Rani Martina, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kota Depok, saat ditemui oleh DepokPos dikantornya (01/08).

Rani menambahkan bahwa kampanye tentang bahaya penyakit rubella dan campak ini sendiri sudah dimulai sejak bulan maret 2017 melalui seminar, pelatihan, lewat leaflet, media sosial dan lain lain.

“Kampanye kepada masyarakat berlapis kampanye lewat lintas program, sektoral, kepala puskesmas dan ini program pemerintah pusat artinya rekoimendasi dari WHO untuk memutuspenyakit rubella dan campak,” jelas Rani.

Penyakit campak dan rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran napas yang disebabkan oleh virus. Campak dapat meyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru atau pneumenia radang otak atau ensefalitis, kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian.

Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

Gejala penyakit campak adalah demam tinggi,bercak kemerahan pada kulit disertai dengan batuk, pilek dan mata merah, gejala penyakit rubella tidak spesifik bahkan bisa tanpa gejala gejala umum berupa demam ringan, pusing, pilek mata merah dan nyeri persendian mirip gejala flu. (Anggi Nurzaman)

Komentar

komentar