Beranda Jawa Barat Anugerah Gerakan Indonesia Pintar 2017 Diberikan kepada 6 Tokoh Pendidikan dan Perlindungan...

Anugerah Gerakan Indonesia Pintar 2017 Diberikan kepada 6 Tokoh Pendidikan dan Perlindungan Anak

(Foto credit: jabarprov.go.id)

BANDUNG – Yayasan Gerakan Indonesia Pintar memberikan Anugerah kepada 6 Tokoh Indonesia yang berjasa dalam mendorong pemenuhan hak atas Pendidikan dan perlindungan anak di Indonesia.

Anugerah Gerakan Indonesia Pintar (GIP) 2017 ini mengambil tema “Mewujudkan generasi emas yang cerdas, mandiri dan berakhlak mulia yang siap mengatasi digital divide untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa”.

“Gerakan ini dilakukan demi mewujudkan gerakan sekolah Ramah Anak (SRA) dengan mengkampanyekan belajar diluar kelas. Initinya untuk anak sekolah kita giatkan gerakan SRA dengan kampanye belajar di luar kelas serentak di seluruh Asia Pasifik khususnya Kota Bandung pada 7 September 2017,” ujar Ketua Umum Gerakan Indonesia Pintar, Yanti Sriyulianti, dalam siaran pers yang diterima DepokPos.

GIP akan mengajak para pemuda di Masjid untuk terlibat dalam gerakan ini, yang tujuannya membuat anak yang tidak sekolah atau putus sekolah untuk membuka Komunitas Literasi Sejarah (Kolase) Bangsa, mulai dengan mengajak anak-anak SMA/SMK/MA menemukan dan mengenali teman mereka yang tidak sekolah di usia 16-21 tahun, kemudian mengajak mereka berkegiatan di Mesjid secara khusus yang beragama Muslim dengan mulai menelusuri sejarah Mesjid tersebut.

BACA JUGA:  Pentingnya Keterampilan Berbahasa Indonesia di Mata Penutur Asing

“Selama ini kami yakin, banyak sekali tokoh-tokoh baik para pejabat dan masyarakat yang terus mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan yang lebih baik,” sambung Yanti.

Atas dasar tersebut, Anugerah Gerakan Indonesia Pintar ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada tokoh-tokoh tersebut, pada Anugerah GIP 2017 ini ada 6 tokoh yang berjasa dalam mendorong pemenuhan hak atas Pendidikan dan perlindungan anak di Pendidikan yang siap mengatasi digital divide untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa, antara lain adalah:

  • M. Ridwan Kamil, ST., MUD, Wali Kota Bandung, dalam upaya mempercepat penerapan Sekolah Ramah Anak dan Penguatan Pendidkan Karakter melalui Bandung Masagi dan Pokja Inklusi.
  • Danny Missy SE, MM. Bupati Halmahera Barat, dalam upaya percepatan penyerapan Kartu Indonesia Pintar di Halmahera Barat.
  • Ir. H. Arsyadjuliandi Rachman, M.B.A. Gubernur Riau dalam upayanya memperluas akses Pendidikan dengan menerbitkan Kartu Riau Panutan (Pendidikan Layak Bermutu Ramah Anak Bebas Pungutan).
  • Leny Nurhayanti Rosalin, SE., M.Sc., M.Fin. Deputi Tumbuh Kembang Anak dan sesmen KPPA dalam percepatan Sekolah Ramah Anak.
  • Dr. Hj. Netty Prasetyani Hermawan, MSi; Ketua P2TP2A Provinsi Jawa Barat dalam upayanya memimpin Jabar tolak kekerasan melalui Gerakan Sekolah Ramah Anak.
  • Ratu Ng B Wulia Talu, ST. Ketua PKK kabupaten Sumba Barat Daya sebagai pelopor dan penggerak Sekolah Ramah Anak di Kabupaten Sumba Barat Daya.
BACA JUGA:  Pramuka Terbaik se-Indonesia Siap Ikuti Lomba Tingkat V Nasional

Selain Penganugerahan kepada para tokoh di atas, acara juga akan di isi oleh berbagai diskusi, diantaranya Kampanye Belajar di Luar Kelas 7 September 2017 serta Komunitas Literasi Sejarah (KOLASE) Bangsa mengatasi Digital Divide untuk melahirkan generasi pemberantas kemiskinan spiritual.

Keseluruhan diskusi akan di ikuti oleh para peserta dan di isi oleh narasumber yang berkompetan pada bidangnya. Ratusan peserta yang hadir terdiri dari berbagai kalangan baik dari kalangan Pendidikan seperti Kepala sekolah, juga dari kalangan tokoh masyarakat, tokoh agama, Pemerintah, awak media, serikat pekerja profesi guru, para pelaku di dunia usaha dan industry, serta masyarakat penggiat Pendidikan se-Bandung Raya.

BACA JUGA:  Bantu Pengungsi Rohingya, Laznas Dewan Dakwah Kirim Relawan ke Perbatasan Myanmar-Bangladesh

“Meski pendidikan adalah sebuah hak yang mutlak mesti didapatkan oleh setiap anak di Indonesia, Pendidikan juga merupakan tanggung jawab kita Bersama, bisa dengan cara apapun dan gerakan sekecil apapun, mari kita mafaatkan Gerakan Indonesia Pintar ini sebagai bukti keterlibatan kita untuk menciptakan Layanan Pendidikan yang lebih baik, bermutu dan tanpa pungutan,” pungkasnya.

Komentar

komentar