Beranda Nasional Yayasan Anak Bangsa Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Indonesia Timur

Yayasan Anak Bangsa Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Indonesia Timur

Josefa Kelbulan (kanan) didampingi Sekertarisnya, Lamberth W Miru,SP (kiri) saat jumpa pers di jalan Juanda, Depok. (Foto: San/DepokPos)

Sebagai bentuk kepedulian antar sesama, Yayasan Anak Bangsa (YAB) melaksanakan program kerja sosial kemanusiaan dalam bentuk memberikan bantuan langsung tunai senilai Rp15 juta, bagi masyarakat miskin di wilayah Indonesia Timur.

Demikian ditegaskan Ketua Team Koordinator Yayasan Anak Bangsa wilayah Maluku Tenggara Barat, Josefa Kelbulan didampingi Sekertarisnya, Lamberth W Miru,SP, kepada sejumlah wartawan saat jumpa pers di Jalan Raya Juanda, Depok, Jum’at (28/7).

“Artinya, kami dengan bermodalkan komitmen dan konsistensi yang tinggti, guna memperjuangkan serta melaksanakan kersja sosial ini untuk masyarakat yang selama ini dinilai kurang mampu dan hidupnya dibawah garis kemiskinan,” ujarnya.

Menurutnya, bahwa proses tersebut diawali penandatanganan MoU, dengan 6 Negara melalui Yayasan Anak Bangsa pada 3 Maret 2017 lalu. Jadi, kami diberikan tanggung jawab untuk mensosialisasikan program kerja ini kepada Pemerintah Daerah serta ke masyarakatnya. Maka kami segera membetuk team Koordinator penyalur bantuan tingkat wilayah Provinsi dan Kabupaten Kota di seluruh Indonesia Timur.

BACA JUGA:  Pramuka Terbaik se-Indonesia Siap Ikuti Lomba Tingkat V Nasional

“Selain itu, kami juga dibebani tanggung jawab keuangannya selama proses berlangsung hingga penyaluran perdana bantuan tunai tersebut kepada warga kurang mampu di 11 provinsi Wilayah Indonesia Timur. Oleh karena itu, pada tanggal 18 Agustus 2017 nanti, Yayasan Anak Bangsa akan menyalurkan bantuan dana langsung sebesar Rp15 juta rupiah per jiwa kepada warga yang berhak menerimanya,” tutur Josefa.

Ditempat yang sama, Sekretaris Yayasan Anak Bangsa Wilayah Indonesia Timur, Lamberth W Miru membenarkan, bahwa penyerahan bantuan perdana akan dilaksanakan di Desa Atubul Raya, Kecamatan Wertamrian, Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Dengan total bantuan sebesar Rp17,5 miliar. Selanjutnya, tim koordinasi akan melanjutkan penyerahan bantuan ke 163 Kabupaten/Kota lainnya di 11 Provinsi Wilayah Indonesia Timur.

BACA JUGA:  Pramuka Terbaik se-Indonesia Siap Ikuti Lomba Tingkat V Nasional

“Untuk itu, kami selaku panitia, berharap kepada seluruh komponen masyarakat dan unsur Pemerintah Daerah tingkat provinsi dan kabupaten/kota di wilayah Indonesia Timur agar bersikap arif dan bijaksana, serta turut mensukseskan baksos kemanusiaan bagi warga yang kurang terperhatikan di wilayah timur Indonesia selama ini,” ucap Lamberth.

Dia menjelaskan, bahwa ada 4 kriteria bagi masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan. Diantaranya, kepala keluarga secara menyeluruh, anak yatim-piatu, orang cacat yang tidak mampu menghidupi dirinya sendiri dan para lansia yang tidak pernah menikah.

“Jumlah yang disalurkan, sesuai dengan data yang diserahkan setiap kepala desa dan lurah kepada tim koordinator Yayasan Anak Bangsa. Khusus di Atubul Raya pada penyerahan perdana nanti diperkirakan ada sebanyak 1.166 orang yang akan mendapatkan bantuan ini,” jelas Lamberth.

Lamberth juga mengajak segenap komponen masyarakat untuk mengotrol penyerahan bantuan ini agar tidak terjadi kesalahan data dan kecurangan. Sebab, kegiatan ini bisa terealisasi berkat upaya keras Sri Kandi asal Maluku Tenggara Barat, Maria Enjel Miru yang berhasil menghimpun 6 negara pendonor demi tercapainya baksos tersebut.

BACA JUGA:  Pramuka Terbaik se-Indonesia Siap Ikuti Lomba Tingkat V Nasional

“Maka dari itu, kami berusaha semaksimal mungkin menyajikam fakta, data dan gambaran realita terbelakang kehidupan yang sebenarnya di Wilayah Timur Indonesia. Sehingga, membuat ke enam negara donor bersedia membantu dan menandatangani MoU dengan Yayasan Anak Bangsa selaku pelaksana,” ujarnya.

Lamberth menambahkan, bahwa pihaknaya juga sudah soan dan berkoordinasi dengan pemerintah masing-masing daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota terkait kegiatan penyerahan bantuan ini.

“Kerena misi ini bentuk dari kepedulian sebagai sesama manusia, kami berharap pemerintah setempat mau berpartisipasi dan melakukan pengawasan pada saat dilaksanakannya penyerahan bantuan kepada warga nanti,” pungkasnya.

Komentar

komentar