Beranda Pemkot Wali Kota Tinjau Lokasi Longsor di Cipayung Depok

Wali Kota Tinjau Lokasi Longsor di Cipayung Depok

Walikota Depok Mohammad Idris pada saat melakukan peninjauan tanah longsor di Kelurahan Cipayung pada Sabtu ( 01/07/2017). ( Istimewa/Diskominfo)

DEPOK – Wali Kota Depok, Mohammad Idris bersama Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor di RT 08, RW 10, Kp. Bulak Timur, Kelurahan Cipayung pada Sabtu (01/07/2017). Dalam tinjauannya, Mohammad Idris ingin warga yang rumahnya terkena bencana longsor, agar segera mengungsi sementara. Terlebih, saat proses perbaikan yang sedang dilakukan oleh pemerintah.

“Kami terus berupaya memperbaiki kerusakan akibat bencana tanah longsor ini. Tetapi memang membutuhkan tahapan, karena perlu ada peninjauan lebih mendalam. Sehingga, nantinya tidak akan terjadi lagi hal seperti ini,” kata Mohammad Idris seperti dilansir laman resmi Pemkot, depok.go.id.

Lebih lanjut, dirinya menuturkan, saat ini berbagai instansi seperti PMI, Kepolisian, TNI, dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Depok telah disiagakan untuk melakukan pertolongan kepada korban. Dirinya juga bersama PMI Depok memberikan bantuan kepada warga yang terkena musibah.

BACA JUGA:  Dukung Program Kota Layak Anak, Wali Kota Instruksikan ASN Sumbang Buku

“Beberapa instansi sudah kami gerakan untuk membantu korban. Semoga korban yang terkena bencana tanah longsor bisa bersabar dalam menghadapi musibah ini,” ucapnya.

Sementara itu, Lurah Cipayung Herman, menjelaskan, penanganan bencana tanah longsor yang melanda lima rumah di RT 08, RW 10, Kelurahan Cipayung, akibat hujan deras, Kamis (29/06/2017) malam, tengah diupayakan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Pihaknya juga bersama masyarakat tengah melakukan pencegahan adanya longsor susulan. Caranya dengan pembangun saluran air baru. Sebab, selama ini saluran air yang ada tidak berfungsi dengan baik atau terbendung yang mengakibatkan bencana longsor.

BACA JUGA:  Dukung Program Kota Layak Anak, Wali Kota Instruksikan ASN Sumbang Buku

“Memang saluran air yang ada selama ini mengalami sumbatan. Selain penyebab lainnya yaitu kontur tanah sangat labil. Karena itu, perbaikan dan pembukaan saluran air tengah dilakukan. Agar mencegah kemungkinan terjadinya longsor susulan, apabila hujan kembali turun,” tuturnya.

Meski tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut, satu keluarga yang tinggal di satu rumah yang mengalami kerusakan paling parah, terpaksa dievakuasi sementara dan tinggal di rumah lain, sampai rumah mereka yang rusak diperbaiki.

Dikatakan Herman, rumah yang mengalami kerusakan paling parah ditinggali oleh seorang janda yang memiliki anak satu. Mereka pun akhirnya dikontrakkan rumah untuk tinggal sementara, paling tidak sebulan ke depan. Sebab, jika mereka tetap tinggal di rumah itu, akan sangat berbahaya untuk keselamatan.

BACA JUGA:  Dukung Program Kota Layak Anak, Wali Kota Instruksikan ASN Sumbang Buku

“Ada satu rumah lagi yang juga rusak parah. Tetapi, rumah itu memang kosong, karena pemiliknya selama ini tinggal di rumahnya yang lain di Margonda. Karena itu, bagi yang bersangkutan kami beritahukan untuk tetap tinggal dulu di Margonda, supaya rumah di Cipayung ini jangan ditinggali dulu. Sementara untuk rumah lain yang dilanda longsor dan masih ditempati, pihaknya bersama warga mencoba menopang rumah dengan bambu dan bahan seadanya untuk keamanan sementara,” tandasnya. (Diskominfo)

Komentar

komentar