Beranda Seputar Depok Tingkatkan Pengawasan WNA Ilegal, Kantor Imigrasi Depok Terus Lakukan Sosialisasi

Tingkatkan Pengawasan WNA Ilegal, Kantor Imigrasi Depok Terus Lakukan Sosialisasi

Kantor Imigrasi Kelas II Depok mensosialisasikan UU Keimigrasian kepada Kecamatan Cinere dan Limo, saat Rapat Timpora di Fave Hotel, Kamis (20/7). (Foto: San/DepokPos)

DEPOK – Kantor Imigrasi Kelas II Depok terus melakukan sosialisasi Undang-undang Nomor 06 Tahun 2011 tentang Keimigrasian di setiap kecamatan. Bertempat di ruang rapat Fave Hotel Margonda, Kamis (20/7), Sosialisasi dilakukan agar masyarakat lebih memahami fungsi dan tugas urusan Keimigrasian.

Ditemui disela-sela acara, Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Jeacky Gerald Gerung mengatakan bahwa Kantor Imigrasi Kelas II Kota Depok saat ini sudah melakukan sosialisasi ke tujuh kecamatan di Kota Depok. Diantaranya Kecamatan Limo, Cinere, Beji, Pancoran Mas, Cipayung, Sukmajaya dan Cilodong.

“Selanjutnya nanti sosialisasi terhadap empat kecamatan yang akan digabungkan menjadi dua kegiatan sosialisasi, itu dalam rencana kerja awal,” ujar Jeacky, Kamis (20/7).

BACA JUGA:  Dukung Program Kota Layak Anak, Wali Kota Instruksikan ASN Sumbang Buku

Meski begitu menurut Jeacky, jika nantinya ada revisi anggaran maka kegiatan sosialisasi ini akan ditingkatkan lagi dengan kegiatan tambahan.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Kota Depok, Jeacky Gerald Gerung. (Foto: San/DepokPos)

“Itu dari segi rapatnya, nanti dari segi operasinya dari dua kegiatan yang kita rencanakan ditahun 2017 ini akan kita tingkatkan lagi menjadi empat atau lima kegiatan operasi. Selma ini kan kita sudah melaksanakan operasi gabungan di Mares, dalam waktu dekat kita juga akan kembali melakukan operasi gabungan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Jeacky mengatakan bahwa sejauh ini, pihak Imigrasi Kota Depok sudah melakukan sinkronisasi data dan melakukan persiapan, tinggal pematangannya hingga nanti dilakukannya operasi gabungan tersebut.

BACA JUGA:  Dukung Program Kota Layak Anak, Wali Kota Instruksikan ASN Sumbang Buku

Menurut data terakhir yang dihimpun pihak Imigrasi Kota Depok hingga 30 Juni lalu, WNA terbanyak berada di kecamatan Tapos lalu Cimanggis dan Beji.

“Terkait keberadaan WNA di kecamatan Tapos, salah satunya berada di sekolah internasional,” ujarnya.

Terkait keberadaan WNA di Kota Depok yang menjadi tenaga kerja asing, Jeacky mengaku pihaknya sudah bersinergi dengan pihak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok.

“Sampai sekarang kita terus berkoordinasi dengan Disnaker dan akan terus ditingkatkan sinergitasnya agar penertiban terhadap WNA ilegal di Kota Depok ini bisa terwujud,” jelasnya.

BACA JUGA:  Dukung Program Kota Layak Anak, Wali Kota Instruksikan ASN Sumbang Buku

Sementara untuk WNA pencari suaka yang terdata dengan status pengungsi, Jeacky mengatakan bahwa di Kota Depok mereka tersebar di 5 Kecamatan dan mendapatkan perlindungan dari UNHCR.

“Saat ini yang pencari suaka atau yang berstatus pengungsi terdata sebanyak 113 orang dan tersebar di 5 kecamatan di Kota Depok. Terkait pengamanan terhadap mereka ini adalah bukan cuma kanor imigrasi, tapi tugas kita bersama baik pemerintah daerah, kantor imigrasi maupun pihak kepolisian. Dan keberadaan mereka juga dilindungi oleh badan dunia seperti UNHCR,” pungkas Jeacky. (San)

 

Komentar

komentar