Beranda Dunia Tiga Warga Palestina Dibunuh Keamanan Israel Usai Shalat Jum’at

Tiga Warga Palestina Dibunuh Keamanan Israel Usai Shalat Jum’at

Ilustrasi, warga Palestina melakukan ibadah shalat berjamaah dibawah kepungan tentara Israel. (Istimewa)

Tiga warga Palestina tewas ditangan aparat keamanan Israel dalam bentrokan selepas salat Jumat di Yerusalem Timur, kemarin. Sementara empat warga Palestina lainnya terluka parah.

Dilansir dari laman Middle East Eye, Sabtu 22 Juli 2017 ketiga warga Palestina meninggal itu adalah Muhammad Sharaf (17), Muhammad Hassan Abu Ghannam (19), dan satu orang yang belum diketahui identitasnya.

Sharaf ditembak oleh pemukim ilegal Israel di daerah Ras Alamood. Ghannam juga dibunuh oleh pemukim ilegal Yahudi di Yerusalem Timur, dan mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit al-Makassad. Sedangkan warga Palestina ketiga tertembus peluru tajam tepat di jantungnya. Insiden itu terjadi di wilayah Abu Dis.

BACA JUGA:  Anak Pengungsi Rohingya: "Apa Kegiatan Anak-anak Indonesia?"

Ribuan warga Palestina turun ke jalan dan memilih menggelar salat Jumat di luar kompleks Masjid Al-Aqsa kemarin, tepatnya di Jalan Salahuddin. sebagai protes atas pendirian dua pos pemeriksaan baru di pintu masuk. Israel berdalih hal itu buat keamanan karena mereka menjadi target serangan beberapa pekan belakangan. Namun, aksi dilakukan usai salat Jumat dibubarkan paksa oleh aparat Israel dengan tembakan gas air mata.

Dalam bentrokan itu, 29 warga Palestina ditangkap dan sekitar 390 lainnya cidera. Mereka rata-rata menghirup gas air mata dan tertembak peluru karet dan tajam. Sejumlah orang memar dan lebam akibat dipukul dengan tongkat.

BACA JUGA:  Anak Pengungsi Rohingya: "Apa Kegiatan Anak-anak Indonesia?"

Anggota polisi Israel juga menyerbu Rumah Sakit Makassad di Yerusalem dan mengusir seluruh tenaga medis. Menurut saksi, mereka mencari korban luka-luka diyakini sebagai pengunjuk rasa.

Juru Runding Otoritas Palestina, Hatem Abdel-Kader, dikabarkan ditangkap selepas bentrokan. Sebelum dibekuk, dia mengatakan sudah melakukan tawar menawar dengan aparat Israel.

“Israel tetap memaksa memasang pemindai logam, tetapi mereka hanya akan meminta orang dicurigai melewatinya,” kata Hatem.

Persyaratan Israel tetap ditolak warga Palestina dan akhirnya berujung bentrokan kemarin.
Sebaliknya, tiga orang Israel tewas ditusuk oleh warga Palestina, Umar al-Abed (20), di wilayah pemukiman ilegal Neve Tsuf. Umar mengendap-endap masuk ke rumah itu saat korbannya makan malam Shabbat. Ketiga korban tewas adalah seorang ayah berusia 60, dan kedua anak lelaki serta perempuannya berumur 40. Sedangkan korban keempat merupakan ibu mereka terluka parah. Dia dirawat di Rumah Sakit Shaare Zedek. (***)

BACA JUGA:  Anak Pengungsi Rohingya: "Apa Kegiatan Anak-anak Indonesia?"

Komentar

komentar