Beranda Dunia Serangan dan Pelanggaran Israel di al-Aqsha Sudah Terjadi Sejak Tahun 1967

Serangan dan Pelanggaran Israel di al-Aqsha Sudah Terjadi Sejak Tahun 1967

(Foto: palinfo.com)

Langkah penjajah Zionis Israel untuk mendirikan pintu-pintu elektronik dan penghalang besi di gerbang-gerbang masjid al-Aqsha, bukanlah satu-satunya serangan dan pelanggaran yang dilakukan oleh pasukan penjajah Zionis di masjid al-Aqsha yang diduduki sejak tahun 1967.

Sejak pendudukan al-Quds timur pada tahun 1967, masjid al-Aqsha dan mushala-mushala yang ada di area masjid mengalami banyak insiden kekerasan dan pelanggaran yang dilakukan penjajah Zionis Israel. Bentuk serangan dan pelanggaran yang terjadi di area masjid al-Aqsha beragam mulai penyerbuan yang dilakukan para menteri dan anggota parlemen Knesset, anggota polisi dan para pemukim pendatang Yahudi, serta upaya mereka untuk melakukan ritual keagamaan di dalamnya, yang memprovokasi perasaan para jamaah yang bersiaga di dalamnya secara khusus dan warga Palestina pada umumnya. Ditambah lagi serangkaian keputusan yang dibuat penjajah Zionis yang dirancang untuk mendominasi dan membagi masjid al-Aqsha secara waktu dan tempat antara kaum  Muslimin dan Yahudi.

Penjajah Zionis Israel sengaja memperpanjang langkah-langkah keamanan dengan tujuan untuk mencegah jamaah shalat di Masjid al-Aqsha dan untuk memprovokasi perasaan mereka. Hal ini mengindikasikan metode yang ditempuh penjajah Zionis berupa penerapan kebijakan hukuman kolektif untuk semua kaum Muslimin dengan menyinggung dan melukai perasaan keagamaan mereka dan menodai tempat-tempat suci mereka melalui penggunaan kekuatan militer yang berlebihan. Meskipun ada komitmen internasional yang mengharuskan penjajah Zionis Israel mengerahkan semua cara untuk menjamin penghormatan penuh dan perlindungan untuk tempat-tempat, situs-situs, tempat-tempat suci dan simbol-simbol agama untuk.

Berikut ini adalah ringkasan dari ratusan serangan dan pelanggaran yang dilakukan penjajah Zionis Israel di masjid al-Aqsha:

* 7 Juni 1967: Jenderal Mordechai Gur besama tentaranya memasuki Masjid al-Aqsha pada hari ketiga awal perang tahun 1967. Mereka mengibarkan bendera Zionis di Kubah Shakhrah dan membakar mushaf-mushaf Al-Quran. Mereka melarang jamaah shalat di dalam Masjid Al-Aqsha dan menyita kunci pintu-pintu masjid.

* 15 Juni 1967: Kepala Rabbi senior di tentara Zionis, Shalomo Goren bersama lima puluh pengikutnya menggelar ritual di area Masjid Al-Aqsha.

* Tahun 1968: Penjajah Zionis mengeluarkan keputusan untuk menyita tanah Palestina di di al-Quds dan propertinya. Mereka mengklaim bahwa itu tanah tersebut adalah “tanah negara” meskipun ada para pemilik aslinya. Selanjutnya, sejak saat itu tanah-tanah tersebut disita dalam konteks keputusan untuk menyita tanah seluas 3345 hektar.

* 21 Agustus 1969: terjadi pembakaran Masjid Al-Aqsha dan penangkapan seorang turis Yahudi asal Australia atas aksi pembakaran yang dilakukan.

* 2 November 1969: Wakil Presiden Zionis Israel “Eival Alon” dan pembantunya menyerbu Masjid Al-Aqsha.

* 28 Januari 1976: Pengadilan Pusat Israel memutuskan bahwa orang Yahudi memiliki hak untuk beribadah di dalam Masjid Al-Aqsha.

* 13 Januari 1981: Para anggota gerakan “Temple Mount Faithful” dan kelompok-kelompok lain menyerbu Masjid AL-Aqsha dan mengibarkan bendera Zionis dengan Taurat.

* 28Agustus 1981: Ditermuka terowongan yang digali penjajah Zionis di sepanjang bahwa Masjid Al-Aqsha dimulai dari Tembok al-Buraq (tembok barat Masjid Al-Aqsha yang kemudian dirubah oleh penjajah Zionis sebagai “Tembok Ratapan”).

* 24 Februari 1982: Ketua Geraka “Temple Mount Faithful”, Guoshun Salmon menyerbu masuk area Masjid Al-Aqsha.

* 11 April 1982: Seorang prajurit Zionis bernama “Harry Goldman” melepaskan tembakan secara membabi buta di dalam Masjid Al-Aqsha, yang menyebabkan dua orang Palestina gugur dan lebih dari enam puluh orang lainnya luka-luka.

* 25 Juli 1982: Salah seorang aktivis gerakan Kach, “Yoel Lerner”, ditangkap setelah merencanakan aksi untuk meledakkan masjid Kubah Shakhrah.

* 20 Januari 1983: Pembentukan sebuah gerakan ekstremis di “Israel” dan AS yang misinya adalah untuk membangun kembali “Temple Mount” di lokasi Masjid Al-Aqsha.

* 26 Januari 1984: Dua orang Yahudi memasuki Masjid Al-Aqsha dengan membawa peledak dan granat tangan dalam jumlah besar untuk meledakkan masjid Kubah Shakhrah.

* 11 Mar / Maret 1997: Jaksa Agung senbagai penasehat hukum pemerintah Zionis Israel mengizinkan orang-orang Yahudi untuk beribadah di dalam Masjid Al-Aqsha setelah berkoordinasi dengan polisi Zionis.

* 31 Agustus 1997: Teruangkap adanya rencana Zionis untuk membongkar istana Umayyah yang berdekatan dengan Masjid Al-Aqsha dan melakukan perluasan “Tembok Ratapan”.

* 11 Januari 2000: Mahkamah Agung Zionis memutuskan bahwa tingkat politik bertanggung jawab untuk memutuskan dalam persoalan Masjid Al-Aqsha.

* 28 September  2000: Ariel Sharon menyerbu Masjid Al-Aqsha, peristiwa yang kemudian memicu meletusnya Intifadhah Al-Aqsha.

* 29 September 2000: Pasukan penjajah Zionis Israel melakukan pembantaian baru terhadap jamaah di Masjid Al-Aqsha yang mengakibatkan puluhanan jamaah gugur dan luka-luka. (Bersambung..)

Sumber: palinfo.com

Komentar

komentar