Sabar Tak Mengenal Batas

Ilustrasi. (Istimewa)

Sabar, adalah salah satu kata yang mudah diucapkan tetapi sangat sulit diaplikasikan, setiap manusia pasti akan mendapatkan masalah dan disinilah kesabaran akan berperan. Secara etimologi, sabar berasal dari kata ash-shabr, al habs yang artinya menahan. Secara terminologi kata sabar berarti menahan diri dalam melakukan sesuatu atau meninggalkan sesuatu untuk mencari keridhoan Allah SWT. Hal ini sesuai dengan FirmanNya :

“ Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang Itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik).” [QS Ar-ra’ad ayat 22]

Dalam ayat lain Allah berfirman:

“ Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun ( Sesungguhnya Kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah Kami kembali) Kalimat ini dinamakan kalimat istirjaa (pernyataan kembali kepada Allah). Disunatkan menyebutnya waktu ditimpa marabahaya baik besar maupun kecil. [QS Al-baqoroh ayat 155-156]

Dalam kehidupan masyarakat, terkadang ada orang yang sampai nekat mengakhiri hidupnya karena tidak sabar dengan ujian yang Allah berikan. Padahal dalam firman Allah diatas sudah sangat jelas bahwa dibalik setiap musibah yang menimpa kita, akan ada kebaiakan yang Allah berikan jika kita bersabar.

Allah SWT berfirman.

“ Apa yang di sisimu akan lenyap dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan Kami pasti akan memberi balasan kepada orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” [Qs An-Nahl ayat 96]

Dalam Firman-Nya tersebut sudah sangat jelas bahwa Allah akan memberikan balasan bagi setiap hambanya yang sabar dalam ujian bahkan jauh lebih baik dari apa yang dikerjakannya.

Oleh karena itu, tak ada lagi kata sabar yang terbatas, hanya saja yang terbatas ialah manusia yang tidak memaksimalkan sifat sabar tersebut. Bersabar dengan mendekatkan diri kepada Allah adalah yang seharusnya dilakukan, karena Allah tidak akan menimpakan masalah kepada kita melainkan agar kita kembali kepada-Nya.

Selama kita masih hidup di dunia. Kita tidak akan pernah terlepas dari cobaan, baik itu berat maupun ringan. Apabila kita menghadapinya dengan mengeluh dan putus asa maka kita hanya akan semakin terpuruk dan tidak menutup kemungkinan akan mendorong kita melakukan kesalahan yang fatal, naudzubillah. Wallahu’alam bishowab. (Annisa Husnul Khotimah)

Comments

comments