Beranda Bisnis & Ekonomi Ragam Fluktuasi Investasi Daerah

Ragam Fluktuasi Investasi Daerah

Ilustrasi.

Investasi adalah segala bentuk kegiatan penanaman modal baik oleh penanam modal dalam negri maupun penanam modal asing untuk melakukan usaha di wilayah Negara republik indonesia. Sementara investasi asing adalah kegiatan penanaman modal untuk melakukan usaha di wilayah Indonesia yang dilakukan oleh penanam modal asing, baik menggunakan modal asing sepenuhnya maupun yang berpatungan dengan penanam modal dalam negri (UU. No. 25 Tahun 2007).

Investasi asing pada tahun 2016 menembus angka US$ 16 miliar (Rp. 207.9 triliun) kuartal 1 tahun ini, melonjak 135% dibanding periode sama tahun lalu sebesar US$ 6,8 miliar (kemenprin.go.id). Indonesia masih menjadi magnet dari investasi bagi perusahaan global, dikarenakan pasar domestik yang sangat menguntungkan seiring pertumbuhan ekonomi yang semakin naik dan di ikuti dengan jumlah penduduk yang mecapai kurang lebih 250 juta jiwa. Salah satu sasaran dari investasi asing adalah sector manufaktur dan pertanian. BKPM menargetkan total investasi pada tahun 2016 mencapai Rp. 519,5 triliun atau tumbuh 14% dari tahun sebelumnya Rp. 463 triliun dengan total penanaman modal asing adalah 343,7 triliun.

Pemandangan investasi asing ini seharusnya memberikan dampak-dampak perkembangan yang pesat terhadap perekonomian masyarakat Indonesia, ketika kita memperhatikan, total investasi yang terbilang cukup besar bahkan sangat besar ini harus di kelola dengan baik oleh Negara Indonesia dan dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Aliran modal yang cenderung bersifat jangka panjang menambah tingkat akumulasi cadangan devisa Negara yang besar. Pengalokasian investasi tehadap sektor rill membuat perbaikan dalam segi perekonomian, ketika keadaan ekonomi masyarakat menurun. Ini dapat diukur dari beberapa faktor diantaranya tingkat pengangguran dan selisih tingkat kesenjangan yang terjadi pada ekonomi masyarakat.

Dampak penurunan investasi diindonesia maka akan mengakibatkan melambatnya perkembangan ekonomi masyarakat. Dikarenakan jumlah penanaman modal dalam negri yang masih belum bisa mengcover kebutuhan dana yang dibutuhkan di suatu wilayah ini.

Menurut data survey dunia usaha yang dilakukan oleh bank Indonesia, pada saat krisis 1997 perkembangan dunia usaha turun menjadi 6,51% dari sebelumnya 33% pada tahun 1996, kecenderungan tersebut terlihat dari aktivitas dunia usaha yang meningkat sebesar 22% pada tahun 2007 yang merupakan indikasi dari meningkatnya aktivitas perencanaan investasi yang sangat dibutuhkan untuk stabilitas pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melihat dari perkembangannya investasi langsung yang masuk ke Indonesia setelah krisis yang terjadi di pertengahan tahun 1997, menunjukkan keadaan yang fluktuatif. Di tahun 2001 nilai realisasinya mencapai 3509,4 juta dolar menurun 64,47% dari tahun sebelumnya dan turun lagi 12,16% pada tahun 2002 dengan nilai 3082,6 juta dolar. Tetapi pada dua tahun terakhir nilai realisasi FDI meningkat, yaitu pada tahun 2007 meningkat 72,6% dan pada tahun 2008 meningkat 43,81%. Kenaikan atau penurunan tingkat pertumbuhan ekonomi mengandung arti proses kenaikan atau penurunan output dalam jangka yang panjang. Pertumbuhan ekonomi akan memperlihatkan seberapa besar kemampuan penduduk dalam suatu negara untuk menghasilkan output dan juga dapat memperlihatkan luasnya pasar. Tahap selanjutnya dalam peningkatan pada pendapatan nasional akan berpengaruh pada peningkatan pendapatan masyarakatnya juga sehingga daya beli masyarakat tinggi dan begitu sebaliknya.

Struktur pertumbuhan Indonesia dalam rentan waktu sebelum, saat, dan setelah sepuluh tahun setelah krisis, pada tahun 2007, sektor manufaktur masih memberikan kontribusi terbesar hingga mencapai 27% dari total PDB, disusul dengan sektor perdagangan, hotel dan restoran dengan kontribusi sebesar 17% kontribusi terbesar ketiga diberikan oleh sektor pertanian dengan pencapaian 15% dan selanjutnya adalah sektor jasa daan pertambangan yang memberikan kontribusi sebesar 10%. Rata-rata berjalan tahunan menujukan kontribusi sempat meningkat tajam yaitu 15% dan kemudian menurun yang di duga erat berkaitan dengan perpindahan tenaga kerja di daerah perkotaan ke sektor pertanian akibat menurunnya lapangan pekerjaan di daerah perkotaan. Dengan banyaknya investor-investor asing yang menanamkan modal di Indonesia ini, membuat perkembangan perputaran ekonomi hanya pada daerah perkotaan dan tidak merata terhadap perdesaan, para investor kurang melihat peluang yang besar yang bisa dihasilkan dari perdesaan ini. Oleh karena itu, potensi perdesaan harus di gali sedemikian rupa agar para investor bisa menanamkan modalnya, sehingga timbul pemerataan terhadap perekonomian di seluruh Indonesia.

Peningkatan investasi didaerah perlu dilakukan melalui upaya aktif dari pemerintah daerah bersama dengan masyarakat. Oleh karena itu, perlu disusun suatu strategi termasuk rencana kerja secara partisipatif. Tidak mungkin mengharapkan peran aktif dari semua pihak jika tidak melakukan perencanaan secara bersama. Langkah-langkah yang disusun perlu dilengkapi dengan indikator pencapaian yang jelas dan realistis sehingga mudah untuk di evaluasi ketika terjadi kesalahan atau ketidaksesuaian. Indonesia merupakan negara yang berkembang dan ingin mencoba untuk dapat membangun negaranya sendiri. Untuk mencapai keinginan tersebut Indonesia membuka diri dengan berhubungan dengan bangsa lain demi menunjang pembangunan bangsanya tertuma dalam ekonomi nasionalnya.

Dari segi manfaatnya ada dua akibat dari penanaman modal yang menguntungkan Indonesia. Pertama, meningkatnya pendapatan rill. Kedua adanya manfaat yang tidak langsung, seperti diperkenalkannya teknologi dan pengetahuan yang baru. Selain itu penanaman modal juga berfungsi untuk memperbesar devisa Indonesia melalui ekspor produksi Indonesia ke luar negeri. Tetapi masuknya investasi asing ke Indonesia dalam kenyataannya masih sulit untuk diwujudkan. Wallahu a’lam bisshawab.

Ditulis oleh: Adam Firdaus

Komentar

komentar