Beranda Ekonomi Syariah Pentingkah Nilai Religi Bagi Karyawan Bank Syariah?

Pentingkah Nilai Religi Bagi Karyawan Bank Syariah?

Ilustrasi.

Perbankan syariah adalah suatu badan usaha yang bergerak di bidang jasa yang menerapkan fungsi intermediary yaitu penghimpunan dan penyaluran dana pihak ketiga (DPK). Perkembangan bank syariah di Indonesia cukup baik hal ini dapat dijadikan tolak ukur eksistensi dari keberhasilan ekonomi syariah. Hal ini terlihat jumlah Bank Umum Syariah ( BUS ) telah mencapai 13 unit dan Unit Usaha Syariah ( UUS ) mencapai 24 unit.

Sebagaimana yang telah di beritakan oleh media massa online pada tanggal 22 November 2016 yang menyatakan bahwa saat ini pangsa pasar bank syariah telah mencapai 5,3% setelah BPD Aceh berkonversi menjadi Bank Syariah.

Dilihat dengan bertambahnya BUS dan UUS menunjukan bahwa dibutuhkan pula sumber daya manusia yang memiliki kemampuan untuk mengisi pos – pos pekerjaan di perbankan syariah. Sama dengan perusahaan lain, sumber daya manusia memiliki peranan yang penting untuk pencapaian tujuan suatu perusahaan. Hal ini dapat dilakukan dengan berusaha mencari dan membina karyawan agar menjadi karyawan mampu bersaing, dengan begitu karyawan tersebut dapat menjadi tulang punggung bagi keberhasilan perusahaan.

BACA JUGA:  Pentingnya Mengukur Tingkat Pengungkapan di Lembaga Zakat

Sumber daya manusia merupakan aktivitas yang memiliki peranan ideal dalam sebuah perusahaan. Fokus utamanya adalah orang-orang atau para karyawan. Karyawan merupakan salah satu unsur yang paling dominan dan strategis dalam usaha pencapaian tujuan. Sehingga dalam suatu organisasi usaha memberdayakan dan mengembangkan sumber daya manusia dalam hal ini karyawan, perlu selalu ditingkatkan guna mencapai tujuan-tujuan dan hasil seperti yang dikehendaki.

Masalah utama yang ada dalam manajemen sumber daya manusia yang patut mendapat perhatian perusahaan adalah kinerja karyawan. Kinerja karyawan dianggap penting bagi perusahaan karena keberhasilan suatu perusahaan dipengaruhi oleh kinerja karyawan itu sendiri. Kinerja merupakan perilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan peranannya dalam perusahaan. Menurut Keith Davis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja adalah faktor kemampuan (ability) dan faktor motivasi (motivasion).

BACA JUGA:  Kita Cinta Bisnis, Allah pun Cinta Cara Bisnis Kita

Namun, sumber daya manusia yang dibutuhkan oleh perbankan syariah bukan hanya sumber daya manusia yang memiliki kapasitas otak yang cerdas saja dimana perbankan syariah adah sebuah hasil dari ekonomi syariah, yaitu ekonomi yang berlabelkan Islam. Tidak hanya cukup dengan menjadi lulusan terbaik namun ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh sumber daya manusia yang bekerja di perbankan syariah diantaranya adalah percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki akhlaq yang baik, memiliki soft skill, disiplin, berpenampilan rapih, ramah dan ahli di bidang perbankan syariah.

Pada bagian utama disebutkan bahwa percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa menjadi syarat bagi sumber daya manusia di perbankan syariah. Tidak dapat di pungkiri bahwa di instansi syariah pun masih bisa terjadi kasus korupsi sebagaimana pada tahun 2014 lalu direktur suatu bank syariah terkena kasus korupsi. Melihat hal tersebut maka diperlukan suatu penilaian khusus untuk karyawan perbankan syariah diantaranya yang memiliki nilai agama yang baik. Dimana secara teori SDM yang memiliki dasar agama yang baik maka akan baik pula seluruh aktivitas yang dikerjakannya. Karena agama adalah pedoman yang akan menuntun penganutnya menuju kebaikan. Karena pada hakikatnya di dalam agama selalu di ajarkan mengenai kebaikan, tidak pernah sedikit pun agama mengajarkan pelakunya untuk melakukan hal keburukan.

BACA JUGA:  Kiat Mengelola Bisnis Dengan Potensi SDM Berbasis Syari’ah

Baik keyakinan, kepatuhan terhadap perintah agama, akhlak serta wawasan. Dimana jika tetap dibiarkan melakukan perekrutan SDM yang syarat utamanya bukan agama dikhawatirkan akan mengganggu bagi kemajuan perbankan syariah dan akan menjadikan bank syariah dicatat sebagai bank yang tidak terpercaya sehingga mengurangi minat nasabah untuk menggunakan bank syariah.

Ditulis oleh: Nurul Azmiatul Umamah, mahasiswi semester 6 STEI SEBI Depok.

Komentar

komentar