Beranda Ekonomi Syariah Penerapan Karakteristik Ekonomi Islam Untuk Indonesia Sejahtera

Penerapan Karakteristik Ekonomi Islam Untuk Indonesia Sejahtera

Lima tahun terakhir ini perkembangan ekonomi domestik cenderung mengalami perlambatan. Pertumbuhan perbankan nasional juga lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2015 perbankan nasional hanya tumbuh sebesar 9,3% lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan tahun 2014 sebesar 13,4%.

Ekonomi Islam adalah ilmu ekonomi yang didasari oleh nilai-nilai Islam yang berasal dari Al-Qur,an dan As-Sunnah. Ekonomi Islam berbeda dengan ekonomi kapitalisme karena ekonomi islam menentang eksploitasi oleh pemilik modal terhadap buruh atau pekerja yang miskin, dan melarang penumpukan kekayaan. Ekonomi Islam memiliki dimensi ibadah yang teraplikasi dalam etika dan moral. Ekonomi dalam Islam harus mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat, memberikan rasa adil, kebersamaan dan kekeluargaan serta mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha. Nilai Islam bukan semata-semata hanya untuk kehidupan muslim saja, tetapi seluruh mahluk hidup di muka bumi.

Maka dari itu ekonomi islam merupakan solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi di Indonesia. Karena berdasarkan sejarah krisis moneter pada akhir tahun 1990-an Bank Syariah yaitu Bank Muamalat Indonesia dapat bangkit ditengah keterpurukan ekonomi saat itu. Alasannya, perbankan syariah cenderung bermain aman dan lebih mengutamakan kehati-hatian.

BACA JUGA:  Tantangan Utama Perbankan Syariah

Salah satu cara untuk merealisasikan ekonomi islam di Indonesia yaitu dengan menerapkan karakteristik ekonomi islam. Karakteristik ekonomi Islam diantaranya sebagai berikut:

Pertama: Harta kepunyaan Allah dan manusia khalifah harta. Dengan sistem pemikiran seperti ini maka tidak akan ada lagi orang yang berlomba-lomba untuk menimbun harta kekayaan mereka, baik dengan cara yang halal maupun yang haram.

Kedua: Ekonomi Islam terikat dengan akidah, syariat (hukum) dan moral. Islam mencakup seluruh aspek, termasuk dalam aspek ekonomi islam. Ekonomi Islam haruslah sesuai dengan akidah, syarat (hukum), dan moral yang berlaku dalam Islam.

Ketiga: Keseimbangan antara kerohanian dan kebendaan. Antara akhirat dan dunia tentulah harus seimbang, karena kehidupan yang sesungguhnya adalah di akhirat kelak.

Keempat: Keadilan dan keseimbangan dalam melindungi kepentingan individu dan masyarakat. Segala sesuatu yang kita lakukan tentu harus adil dan seimbang. Begitu pula dengan ekonomi islam, ekonomi islam memiliki ciri khas adil dan seimbang. Yang kaya membayar zakat, infaq serta sedekah sehingga dapat membantu meringankan beban masyarakat yang kurang mampu.

BACA JUGA:  Bisnis Syariah Dilandasi dengan Sumber Daya yang Syariah

Kelima: Bimbingan Konsumsi. Islam telah membimbing umatnya dengan melalui kitab suci Al-Qur’an termasuk dalam hal mengkonsumsi makanan. Makanan yang dikonsumsi oleh umat islam harus halal & toyyib. Halal dikonsumsi bukan hanya berasal dari bahan makanannya tetapi uang yang digunakan untuk membeli makanan juga harus halal.

Keenam: Petunjuk Investasi. Salah satu karakteristik ekonomi islam adalah petunjuk investasi. Ekonomi islam telah memberikan petunjuk bagi umat islam untuk melakukan investasi, tentunya yang sesuai dengan ajaran agama islam. Dalam menilai proyek investasi ada lima kriteria yang sesuai dengan Islam untuk dijadikan pedoman dalam menilai proyek investasi.

Ketujuh: Zakat. Islam mewajibkan zakat bagi orang yang hartanya sudah mencapai nisab. Zakat bertujuan untuk mensucikan harta. Selain itu zakat juga bertujuan untuk membantu meringankan beban mereka yang kekurangan. Dengan begitu kesenjangan sosial dapat diminimalisir.

BACA JUGA:  Pentingnya Mengukur Tingkat Pengungkapan di Lembaga Zakat

Kedelapan: Larangan riba. Islam dengan jelas telah melarang riba, sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Imran : 130 yang artinya :

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keuntungan.”

Kesembilan: Pelarangan Gharar. Islam melarang gharar karena adanya ketidakjelasan, baik dalam hal asal usul uang/barang tersebut maupun ketidakjelasan barang yang dijual.

Kesepuluh: Pelarangan yang haram. Islam tentu melarang sesuatu yang haram, baik makanan, pekerjaan, dll. Termasuk dalam hal perekonomian, yaitu sistem bunga bank (riba).

Jika Indonesia menerapkan kesepuluh karakteristik ekonomi islam tersebut, maka insyaallah perekonomian Indonesia akan lebih membaik dan masyarakat akan lebih sejahtera. Serta tidak akan ada lagi kesenjangan sosial yang berimbas kepada tingkat kriminalitas di Indonesia. Jadi, mari kita terapkan kesepuluh karakter ekonomi islam tersebut untuk Indonesia yang lebih sejahtera.

Ditulis oleh : Sayyidah Ummu Syahidah (Mahasiswi STEI SEBI)

Komentar

komentar