Pemkot Depok dan USAID Kerjasama Tingkatkan Akses Sanitasi dan Higienis

(Foto: Anggi/DepokPos)

DEPOK – Dalam upaya mendukung peningkatan akses sanitasi dan perilaku higienis yang adil dan merata, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dan USAID Indonesia menjalin kerja sama dengan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU). Dalam kerja sama selama 5 tahun tersebut, USAID akan membantu Pemkot Depok mengedukasi warga untuk meminimalisir penggunaan air tanah.

Acara yang dihadiri oleh walikota depok KH. Dr. Mohammad Idris M.A dan Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna ini membahas darurat pemasangan wc atau jamban dan sanitasi air yang buruk. Pemkot depok bekerjasama dengan USAID dalam pembangunan sektor air minum dan sanitasi menuju target akses universal 2019 dan SDGs 2030.

United State Agency International Development (USAID) mendukung peningkatan akses air, sanitasi dan perilaku higienis yang adil dan setara.

Depok sengaja dipilih USAID Indonesia karena letaknya yang berdekatan dengan Ibu Kota. Makanya dijadikan salah satu daerah untuk bisa ditargetkan akses universal pada 2019,” ujar Wali Kota Depok, Mohammad Idris, usai melakukan penandatanganan MoU, Kamis.

BACA JUGA:  Pemkot Depok Siap Bantu Pembiayaan Siswa Miskin, Ini 4 Syarat yang Harus Dipenuhi

Hal ini dilakukan dengan banyaknya terobosan-terobosan yaitu dengan pembangunan septitank atau tempat pembuangan tinja.dan juga pemasangan wc atau jamban gratis.Target universal akses air minum adalah prinsip 4K yaitu kualitas, kuantitas, kontinuitas dan keterjangkauan dengan minimum 60 liter air/orang/hari dengan akses universal persampahan diperkotaan 20% fasilitas reduksi sampah dan 80% penanganan sampah dan sanitasi air limbah stop BABS 100% dengan 85% on-site system dan 15% off-site system untuk basic improved sanitation untuk daerah berisiko sanitasi rendah dan kawasan berkepadatan rendah.

Target SDGS (Sustainable Development Goals) sendiri bertujuan untuk pembangunan berkelanjutan menjamin ketersediaan dan manajemen air bersih serta sanitasi yang berkelanjutan untuk semua yang pertama adalah akses aman air minum pada tahun 2030 mencapai akses universal dan merata terhadap air minum aman dan terjangkau bagi semua yang kedua akses sanitasi dan ODF pada tahun 2030 mencapai akses terhadap sanitasi dan kebersihan yang memadai dan merata bagi semua dan menghentikan praktik buang air besar ditempat terbuka memberikan perhatian khusus pada kebutuhan kaum perempuan serta kelompok masyarakat rentan. Yang ketiga kualitas pengolahan limbah pada tahun 2030 meningkatkan kualitas air dengan mengurangi polusi menghilangkan pembuangan dan meminimalkan pelepasan material dan bahan kimia berbahaya mengurangi setengah proporsi air limbah yang tidak diolah dan secara sighnifikan meningkatkan daur ulang serta pengunaan kembali barang daur ulang yang aman secara global.

BACA JUGA:  Pemkot Depok Siap Bantu Pembiayaan Siswa Miskin, Ini 4 Syarat yang Harus Dipenuhi

Capaian akses minum air layak akses air minum nasional 71,14% dan akses air minum provinsi jawa barat 67,62 % dengan capaian akses air minum layak kota depok 80%. Akses sanitasi layak nasional 67,2% dan akses sanitasi layak provinsi jawa barat 63,12% dengan capaian akses sanitasi layak kota depok 93%.secara umum sumber investasi terbesar adalah APBD kab/kota yaitu 51% dari total investasi kedua terbesar adalah dari masyarakat dengan nilai rata-rata investasi 38%.adapun peran Bappenas dalam IUWASH plus adalah koordinator tim tekhnis yaitu direktur perkotaan perumahan dan pemukiman bappenas.anggota tim tekhnis Pokja AMPL nasional direktur PSPAM kementrian PUPR direktur PPLP kementrian PUPR direktur kesehatan lingkungan Kemenkes. (Anggi Nurzaman)

BACA JUGA:  Pemkot Depok Siap Bantu Pembiayaan Siswa Miskin, Ini 4 Syarat yang Harus Dipenuhi

Comments

comments