PBB Kecam Penutupan Masjid Al-Aqsa dan Larangan Salat Jumat oleh Israel

Tentara zionis Israel menutup akses ke Masjid Al-Aqsa. (Istimewa)

Delegasi Indonesia yang dipimpin Dubes RI DI Baku, Husnan Bey Fananie berhasil mendorong dikeluarkannya Komunike Konferensi PBB yang mengecam penutupan Masjidil Aqsa dan pelarangan salat Jumat oleh Israel.

Komunike Konferensi PBB mengenai Jerusalem yang diadakan di Baku, Azerbaijan, secara keras mengecam kebijakan Israel yang terang-terangan melanggar hukum internasional dan status quo terhadap Masjidil Aqsa yang menjadi kesepakatan dan dihormati selama ini, demikian KBRI Baku dalam keterangan yang diterima Antara London, Sabtu (22/7/2017).

Dubes Husnan mengatakan penutupan Masjidil Aqsa oleh Israel adalah bentuk agresi yang “sembrono” terhadap hak azasi warga Palestina termasuk hal beribadah, yang kian menampakkan wajah buruk dan kejam pendudukan oleh Israel yang ilegal dalam segala hal.

Dari perspektif apapun, rakyat dan Pemerintah Indonesia tidak dapat menerima hal ini. “Karena itu Indonesia mengecam keras dan menentangnya!” ujar Dubes Husnan.

Mengingat aksi Israel memancing kekerasan dan timbulnya korban di sisi warga Palestina, dalam berbagai pernyataan disampaikan delegasi peserta, terdapat dorongan kuat masyarakat internasional memberikan tekanan terhadap Israel untuk segera menghentikan aksi sepihaknya.

Ketua Konferensi Dubes Rafael Ramirez dari Venezuela mewakili negara-negara anggota Komite Palestina PBB menegaskan Komite Palestina PBB terus mendukung rakyat Palestina hingga mendapatkan kemerdekaan, kebebasan dan kedaulatannya.

Minister Counselor PTRI New York, Achsanul Habib yang hadir sebagai anggota delegasi Indonesia mengatakan Konferensi mengenai Palestina yang diadakan di Baku oleh Organisasi Kerja Sama Islam dan Komite Palestina PBB guna meningkatkan kepedulian masyarakat internasional terhadap situasi politik, ekonomi dan hak-hak sosial budaya warga Palestina dalam pendudukan serta mendorong tercapainya keadilan, perdamaian dan keamanan bagi rakyat Palestina.

Sementara itu, Wakil Tetap/Dubes RI di PBB di New York Dian Triansyah Djani yang juga Wakil Ketua Komite Palestina di PBB menyatakan tindakan Israel merupakan pelanggaran berulang kali terhadap resolusi DK PBB dan hak asasi manusia yang tidak dapat ditoleransi, Konferensi yang berlangsung selama dua, 20-21 Juli dihadiri sekitar 50 negara anggota PBB berkedudukan di Baku, organisasi internasional di bawah PBB, perwakilan pemerintah dan rakyat Palestina, LSM internasional, media massa dan kalangan perguruan tinggi. Kegiatan dibuka Asisten Sekjen PBB Miroslav Jenca, Dubes Keliling Azerbaijan Mr Shahin Abdullayev dan Asisten Sekjen OKI Mr Samir Bakr.

Sumber: Antara

Comments

comments