Beranda Oase Melatih Diri Menjadi Pribadi yang Amanah

Melatih Diri Menjadi Pribadi yang Amanah

Ilustrasi

Amanah merupakan unsur penting dan menentukan akan berhasil dan tidaknya seseorang dalam berusaha dan beramal, serta berhasil dan tidaknya seseorang mempertahankan dan melestarikan dikehidupannya.

Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita saksikan adanya perbedaan yang nyata antara orang yang bersifat amanah dengan orang yang suka berkhianat. Orang yang bersikap amanat atau jujur selalu menjadi tempat kepercayaan, dihormati dan disegani. Sedangkan orang yang bersikap khianat atau curang selalu dibenci dan dikucilkan dalam pergaulan. Sebagai akibat dari dua sikap yang saling bertentangan itu, terlihat bahwa orang yang bersifat amanah selalu berhasil dalam berusaha. Sedangkan, orang yang bersifat khianat selalu mengalami kegagalan dalam mencapai tujuan yang dicita-citakan.

BACA JUGA:  Bertebaran Dalam Kebaikan

Bagaimana menjadi pribadi yang amanah? Jawabannya tergantung pada masing-masing orang. Mungkin hal-hal sederhana berikut bisa dijadikan motivasi dasar, diantaranya :

1. Selalu menjaga keimanan.
Iman adalah kunci akhlak. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa mustahil seorang mukmin itu mencuri atau berbohong. Artinya, ketika keimanan itu ada dalam diri seseorang maka mustahil juga orang tersebut tidak amanah ketika imannya kuat.

2. Selalu mengingatkan diri bahwa di hari akhir nanti Allah akan meminta pertanggung-jawaban kepada setiap amanah yang ada pada kita.

3. Mengevaluasi kelemahan diri dan keterbatasan yang dimiliki.
Konsekuensinya, jangan sampai menerima amanah, dimana kita pahami bahwa kita lemah dalam hal tersebut atau bisa juga meminta bantuan dari yang lain, ketika kita sadar bahwa kita mungkin tidak bisa menunaikannya dengan sempurna.

BACA JUGA:  Nikmat yang Sering Terlupakan

4. Memohon pertolongan Allah, agar dikuatkan dalam menanggung amanah.
Islam mengajarkan kita untuk mengucapkan insya Allah, ini satu hal yang sederhana karena dengan mengucapkan kata insya Allah sesungguhnya bersumber dari perintah Al-Qur’an. Secara literal ia berarti “jika Allah menghendaki”. Ayat ini mengandung pendidikan bagi pengucapnya tentang pentingnya rendah hati. Tidak terlalu mengandalkan kemampuan pribadi karena ada kekuatan yang lebih besar dibanding dirinya.

5. Melatih diri untuk menunaikan amanah, mulai dari hal yang sederhana dan dari sistem pembinaan yang kondusif untuk selalu mengingatkan dan mengkoreksi diri, ketika kita lupa atau lalai dengan amanah kita.

BACA JUGA:  Bertebaran Dalam Kebaikan

Sebagai seorang manusia kita sering dan bahkan sekarang pun mendapat amanah, baik dari ibu dan ayah, dari ustadz, teman dan lain-lainnya. Semua amanah itu wajib kita tunaikan.

Serta apapun pekerjaan dan jabatan, Allah menginginkan seorang muslim untuk menjadi umat terbaik yang dapat dipercaya jika diberikan tanggung jawab, bukan menghianati dan malah menghancurkan kepercayaan. Salah satu amanah Allah kepada kita adalah agar kita selalu mengajak berbuat baik. (Hana Nurul Jannah)

Komentar

komentar