Beranda Dunia Kampus Mahasiswa IPB Persembahkan Medali Emas Lingkungan untuk Indonesia

Mahasiswa IPB Persembahkan Medali Emas Lingkungan untuk Indonesia

Nur Badri dan Mar’ie Al Fauzan, mahasiswa Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor (IPB) meraih Gold Medal & Special Award dari Toronto Research Institute Canada. (Humas IPB/Nur Badri dan Mar’ie Al Fauzan).

BOGOR – Nur Badri dan Mar’ie Al Fauzan, mahasiswa Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor (IPB) meraih Gold Medal & Special Award dari Toronto Research Institute Canada untuk bidang Environment pada kompetisi World Young Invention Award (WYIA 2017).

Kompetisi yang diadakan oleh Malaysian Invention and Design Society (MINDS), Ministry of Science Technology and Innovation Malaysia ini diadakan pada tanggal 11-13 Mei 2017 di Kuala Lumpur Convention Center, Malaysia.

Karena sifatnya yang internasional, peserta dari beberapa perwakilan negara hadir dalam kompetisi ini. Delegasi terbanyak didominasi oleh Malaysia, Korea, Polandia, Taiwan, Thailand, Hongkong, China, Arab, Iran, Turki dan Indonesia.

BACA JUGA:  Pentingnya Keterampilan Berbahasa Indonesia di Mata Penutur Asing

Dalam lomba ini, peserta yang mengikutinya memamerkan produk dari hasil penelitian atau desain penemuan produk baru.

Lomba ini bertujuan untuk menemukan produk baru dalam rangka mewujudkan kehidupan dunia yang lebih baik.

Dalam kompetisi tersebut, Nur Badri dan Mar’ie Al Fauzan membuat sebuah produk baru yang berjudul ”Fast-Cor Home: Innovation of Media Rehabilitation of Coral that are Environmentally Friendly”.

Fast-Cor Home merupakan media rehabilitasi terumbu karang yang dapat mengefektifkan pertumbuhan terumbu karang sehingga penyelamatan lingkungan dapat dicapai.

BACA JUGA:  Mahasiswa Unindra Optimalkan Menulis untuk Jurnalistik

Nur Badri sebagai ketua dari tim peraih gold medal ini mengungkapkan bahwa alasannya membuat produk ini karena besarnya peluang di era globalisasi saat ini.

”Tema tersebut menarik untuk kami kaji, apalagi mengingat Sustainable Development Goal (SDGs) dengan salah satu tujuan lingkungan adalah komponen utama yang bisa dioptimalkan dalam menghadapi masyarakat global sekarang,” tuturnya.

Fast-Cor Home sebagai media untuk rehabilitasi terumbu karang ini memiliki berbagai keunikan yaitu produk terbuat dari kombinasi limbah dedak padi dan gulma eceng gondok. Selain itu, produk juga bisa menjadi media konservasi terumbu karang yang efektif dan ramah lingkungan.

BACA JUGA:  KSEI IsEF SEBI Gelar Seminar EkonomI Lintas Negara

Maka diharapkan dapat menjadi solusi melimpahnya eceng gondok akibat eutrofikasi (istilah untuk meledaknya populasi eceng gondok akibat dari pengkayaan nutrien).

”Saat ini inovasi Fast-Cor Home sedang dalam pengembangan riset untuk dapat dipatenkan,” terang Nur Badri.

Untuk ke depannya, Nur Badri berharap agar mahasiswa dapat meningkatkan semangat berkompetisi.

”Yang jelas coba berani saja dulu, kalau untuk lomba-lomba coba kumpulkan saja, atur deadline-nya. Kerjakan sebisanya, terus daftarkan, insya Allah nantinya berkah dan bermanfaat bagi lingkungan,” pungkasnya. (SM/NM).

Komentar

komentar