Beranda Warga Bicara Kota Belimbing dan Potensi Friendly City

Kota Belimbing dan Potensi Friendly City

Wali Kota Depok Mohammad Idris. (Foto: mohammadidris.id)

Kota Depok dikenal dengan nama Kota Belimbing. Sedikit sejarah Kota Depok, dahulu Kota Depok merupakan kota kecamatan dalam wilayah kabupaten Bogor. Yang kemudian mendapat status kota administrasi pada tahun 1982. Depok ditetapkan menjadi kotamadya yang terpisah dari kabupaten Bogor pada tanggal 20 April 1999. Kota Depok mendapat julukan sebagai kota belimbing dan beberapa julukan lainnya, seperti kota petir atau kota dodol. Kota Depok dijuluki sebagai Kota Belimbing karena pada saat itu banyak sekali ditemukan lahan perkebunan buah belimbing yang mengelilingi kota Depok.

Buah Belimbing yang sangat terkenal di kota Depok adalah Belimbing Dewa. Yang dimana buah ini memiliki ukuran yang cukup besar, apabila sudah matang belimbing dewa akan berubah warna menjadi kuning atau berwarna jingga, dan memiliki rasa yang manis serta banyak mengandung air. Sebagai kota belimbing pemerintah kota Depok berupaya untuk terus menonjolkan ikonnya sebagai kota belimbing. Beragai macam inovasi dilakukan terhadap buah belimbing mulai dari buah yang dapa dimakan langsung ataupun menjadi makanan dan minuman yang menyegarkan. Selain inovasi dalam produk brandnya pemerintah kota Depok juga mendirikan pabrik untuk memproduksi belimbing yang menjadi ikon kotanya.

BACA JUGA:  FRAMES Isi Kegiatan LDKS di SMPIT Arafah

Namun sayang sebagai kota belimbing kota Depok dipertanyakan atas ikonnya tersebut. Banyak pendapat yang menyatakan pemilihan buah belimbing sebagai ikon kota Depok kurang tepat karena pada era pembangunan sekarang ini sangatlah sulit untuk menemukan buah bellimbing. Banyak lahan kebun buah belimbing yang dijadikan sebagai lahan pembangunan baik perumahan ataupun pembangunan infrastruktur kota. Kurang tepat sebagai kota belimbing namun produksi belimbing sendiri tak dapat di jumpai hampir di seluruh penjuru kota Depok. Walaupun terdapat beberapa daerah di kota Depok yang masih memproduksi buah belimbing namun tak dapat memenuhi nilai produksi untuk keseluruhan kota Depok.

BACA JUGA:  Wakil Depok Juara 1 Startup World Cup, Wali Kota Ucapkan Terima Kasih

Kota yang dijuluki kota belimbing ini kehilangan ikonnya yang dipicu oleh beberapa faktor. Pada tahun 2016 kota Depok resmi mengganti julukan kotanya yang tadinya kota belimbing menjadi friendly city. Meski berubah julukan namun pemerintah kota Depok akan tetap mempertahankan ikon belimbing dan branding product lainnya. Merubah julukan dari kota belimbing menjadi friendly city disebabkan oleh beberapa faktor. Terutama adalah faktor pertumbuhan penduduk yang terus meningkat disetiap tahunnya. Dari julukan barunya pemerintah kota Depok melihat potensi baru yang dapat menaikan sistem perekonomian kota Depok selain dari brand productnya.

Sebagai salah satu kota metropolitan, kota Depok mengupayakan untuk meningkatkan kenyamanan kotanya sesuai dengan julukan barunya yakni friendly city. Selain itu pemerintah kota Depok juga berupaya untuk meningkatkan jumlah pariwisata baik untuk edukasi maupun untuk spiritual. Kota depok sendiri masih banyak memiliki wilayah yang belum terjamah oleh moderennya teknologi yang dapat membuka potensi usaha properti. Banyak dari usaha properti di kota Depok yang menawarkan hunian islami serta udara yang bebas polusi.

BACA JUGA:  Kesbangpol Depok Gelar Kontes Musik Kebangsaan

Sebagai friendly city kota depok adalah salah satu kota yang berpotensi di Jawa Barat karena posisinya sebagai kota singgah dari berbagai macam daerah di pulau Jawa untuk menuju Ibu Kota DKI Jakarta. Maupun kota singgah menuju daratan tinggi di Jawa Barat untuk melepas penatnya Ibu Kota DKI Jakarta.

Ditulis oleh Siti Humairoh, Mahasiswi STEI SEBI.

Komentar

komentar