Beranda Oase Inilah Nikmat Terbesar

Inilah Nikmat Terbesar

Ilustrasi.

يا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim. (Qs: Ali Imran 102)

Sampai hari ini nikmat yang harus sama-sama kita syukuri adalah nikmat iman kemudian terjaganya hidayah di dalam keimanan. Pernah terbayangkan ada seseorang yang dia menghafal beribu-ribu hadist , menulis tentang islam dan hafal Al-quran namun di akhir hayatnya dia meninggal bukan sebagai seorang muslim. Maka nikmat tuhan yang mana lagi yang kamu dustakan ?? (Qs. Ar-Rahman 13)

Ada juga sebuah cerita yang selalu diceritakan oleh para Da’i tentang sahabat Nabi Saw yang terpikat dengan kecantikan perempuan nasrani kemudian berpindah agama hanya karena ingin menikahinya, namun diakhir kisah itu sahabat nabi tersebut Allah takdirkan meninggal sebelum dia ‘menyentuh’ istrinya tersebut. Naudzubillah min dzalik.

Bahkan hari ini kita bisa melihat dan menyaksikan bagaimana seorang yang memiliki gelar profesor, doktor, haji namun ketika berbicara justru malah mengkerdilkan agamanya sendiri yaitu islam.

Terawatnya keimanan dan juga hidayah adalah sebuah anugrah dan kenikmatan yang tak terhingga yang Allah berikan kepada kita, bahkan Rosulullah Saw yang kita kenal dengan kema’sumannya dan Allah pastikan maqomnya di surga nanti tetap khawatir akan tercabutnya keimanan diakhir hayatnya sehingga beliau selalu berdoa untuk dirinya “Ya Allah yang Maha Membolak balikan hati, teguhkanlah hati kami atas agamamu”.

Mungkin pernah sepintas terpikirkan oleh kita, apakah Allah hanya memberikan hidayah ke orang-orang tertentu saja sehingga masih ada orang yang belum merasakan manisnya berIslam ? Maka jawabannya adalah Allah memberikan semua umat manusia hidayah, Allah berfirman dalam surat Al a’raf ayat 172 : “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini.”

Karena fitrah manusia adalah berislam maka Allah memberikan hidayahnya kepada semua manusia, lalu kenapa masih banyak yang tidak menerima islam ? Jawabannya adalah karena dia yang tidak menerima hidayah masuk ke dalam hati dan meneranginya dengan cahaya islam.

Kenikmatan terbesar dari seorang muslim adalah ketika dia merasakan iman mengalir ke dalam darahnya sehingga menjadikan tiap langkah dalam aktifitasnya semata-mata mengharapkan ridho Allah. Terkadang, kita menyaksikan seseorang yang mungkin secara kasat mata dia terlihat kekurangan dalam hidupnya, namun ketika kita berbincang dengannya tidak terlihat ada kesedihan dan kesulitan yang menderanya. Ternyata, yang membuat dirinya seperti itu adalah keimanan yang menghujam di hatinya, dia menjalani konsekuensi ke-Islamannya dengan baik dan ikhlas. Maka nikmat tuhan yang mana lagi yang kamu dustakan ??

Di dalam Islam penilaian pada diri seseorang itu tidak dilihat dari awal kehidupannya, pertengahannya, atau hanya akhirnya saja. Tapi dilihat secara keseluruhannya, walaupun yang merepresentasikan kehidupannya baik atau tidaknya di akhir kehidupannya. Maka jangan berbangga diri ketika hari ini kita sudah berislam dengan taat, karena masih ada syaithon yang akan terus menggoda kita “inna syaithon a’duwun fatahidzhu a’duwan” sesungguhnya syetan itu adalah musuh, maka perlakukanlah dia sebagai musuh.

Di dalam hadist arba’in nawawi ada sebuah hadist yang mengatakan “sesungguhnya salahseorang diantara kalian biasa melakukan amalan penduduk surga hingga jarak dia dengan surga tinggal sehasta, maka kemudian taqdir mendahuluinya ketika dia melakukan amalan penduduk neraka maka seketika dia masuk kedalamnya (neraka), dan ada salahseorang diantara kalian biasa melakukan amalan penduduk neraka hingga jarak dia dengan neraka tinggal sehasta, maka kemudian taqdir mendahuluinya ketika dia melakukan amalan penduduk surga maka seketika dia masuk kedalamnya (surga)”.

Jangan pernah berhenti untuk terus mengislamkan diri secara kaffah, karena kita tidak pernah tahu kapan kematian datang menjemput. Jangan pernah menganggap orang yang kita lihat selalu bermaksiat bahwa dia adalah penghuni neraka, karena bisa jadi justru dia lah yang akan menjadi penolong kita untuk menuju syurga. Jika sudah baik ajak yang lain untuk sama-sama berbuat baik, karena kita tidak pernah tau amalan apa yang menghantarkan kita ke syurga nanti. Dan senantiasa berdoalah agar kita semua dimatikan dalam keadaan muslim. Allahu A’lam.

Ditulis oleh Novan Aji Maaris, Mahasiswa.

Komentar

komentar