Indonesia Siap Banjir Bonus Demografi

Ilustrasi. (Istimewa)

Berdasarkan data dari CIA The World Factbook 2016 Indonesia merupakan Negara yang memiliki jumlah penduduk terbesar ke 5 di dunia dengan jumlah penduduk 258.316.051 jiwa, setelah China sebesar 1.373.541.278 jiwa, India sebesar 1.266.883.594 jiwa, Uni Eropa 513.949.445 dan Amerika sebesar 323.995.528 jiwa.

Dengan jumlah masyarakat yang sedemikian banyak tersebut tentunya Indonesia memiliki permasalah tersendiri dalam setiap aspek, baik itu aspek ekonomi, sosial budaya, dan aspek – aspek lainnya yang menyangkut dengan kependudukan.

Namun, banyaknya penduduk ternyata bukan hanya menjadi penyebab dari banyak permasalahan yang ada tapi juga dapat menjadi berkah tersendiri bagi suatu Negara. Penduduk yang melimpah pada range usia yang tepat dan dengan treatment yang tepat dapat berdampak positif bagi Negara tersebut. Berkah tersebut dinamakan bonus demografi.

Mungkin sebagian orang sudah tidak asing dengan hal ini namun masih banyak masyarakat yang tidak menyadari bahwa kesempatan langka ini akan terjadi di Indonesia. Bonus Demografi adalah peluang yang dimiliki suatu Negara ketika usia produktif dalam suatu Negara jauh melebihi usia non produktif di Negara tersebut. Usia produktif yang dimaksud adalah usia dimana seseorang berada dalam usia kerja nya yaitu pada usia 15 – 64 tahun sedangkan usia non produktif adalah usia dimana seseorang belum mampu atau sudah tidak mampu lagi bekerja yaitu pada usia 0 – 14 tahun dan usia 65 tahun keatas. Di Indonesia bonus demografi diprediksikan mencapai puncaknya pada tahun 2020 – 2030.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Bappenas pada tahun 2013 mengenai proyeksi penduduk Indonesia tahun 2010 – 2035 dapat disimpulkan bahwa puncak bonus demografi Indonesia akan terjadi pada tahun 2025 dimana pada tahun tersebut terproyeksi dari 100 penduduk produktif hanya menanggung 45 penduduk non produktif, sehingga biaya untuk mengurusi usia non produktif dapat dialokasikan untuk kegiatan lain yang menunjang pertumbuhan ekonomi. peluang dari melebihnya usia produktif ini jika dioptimalkan dengan baik dapat menjadikan suatu Negara mengalami kemajuan dalam segi perekonomian dan pembangunan. Namun, jika peluang ini tidak dipersiapkan dengan baik, maka akan menimbulkan kenaikan tingkat pengangguran dan akan berpengaruh kepada aspek – aspek lainnya.

Lalu bagaimanakah Indonesia harus mempersiapkan kedatangan bonus demografi yang tinggal sebentar lagi ini? Ada 2 hal yang dapat pemerintah lakukan :

  • Mempersiapkan lapangan pekerjaan

Mempersiapkan lapangan pekerjaan untuk menghadapi jumlah angkatan kerja yang membludak dapat dilakukan dengan berbagai cara, yang pertama, dengan meningkatkan UMKM sebagai penyerap tenaga kerja. Pemerintah dapat mendukung peningkatan UMKM di Indonesia dengan cara membuat peraturan pro-UMKM dan memberikan bantuan finansial baik itu berupa modal atau kredit khusus untuk UMKM.

Cara kedua, pemerintah dapat melakukan peningkatan Investasi baik dari luar maupun dari dalam negeri sendiri. Karena ketika pemerintah menaikkan investasi akan menyerap tenaga kerja dalam jangka pendek maupun jangka panjang. dalam jangka pendek perusahaan akan lebih banyak memproduksi sehingga perusahaan membutuhkan karyawan lebih. Dan ketika investasi terus menerus dilakukan dalam jangka panjang, maka pembangunan perusahaan baru memungkinkan untuk dilakukan dan perusahaan – perushaan baru tersebut mampu menyerap angkatan kerja yang tersedia.

  • Mempersiapkan individu – individu yang berkualitas dan memiliki daya saing dalam dunia kerja.

Hal tersebut dapat kita tingkatkan melalui peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, dan kecukupan gizi. Dalam segi kesehatan pemerintah dan masyarakat harus memperbaiki kesehatan di Indonesia seperti mencukupkan kebutuhan gizi, memperbaiki kesehatan ibu, menurunkan angka kematian anak, mencegah penyakit menulah seperti HIV/AIDS. Dalam peningkatan kualitas pendidikan pemerintah harus benar – benar memperhatikan dan merelisasikan secara menyeluruh program gratis wajib belajar 12 tahun, meningkatkan keterampilan – keterampilan agar siap terjun di dunia kerja atau bahkan membuat usaha secara mandiri berdasarkan keterampilan yang dimilikinya.

Masih banyak cara yang dapat ditempuh untuk memaksimalkan bonus demografi ini, namun setiap peraturan dan sistem yang dibuat harus dijalankan dan diawasi oleh semua pihak yang berperan dalam bonus demografi ini.termasuk kita sebagai masyarakat Indonesia wajib mendukung setiap peraturan pemerintah yang mendukung akan keberlangsungan bonus demografi ini dan ikut mengawasi setiap pelaksanaannya. (Vivi Fitriani/STEI SEBI)

Referensi :
https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/rankorder/2119rank.html
Materi perkuliahan Mikro Ekonomi Islam

Comments

comments