Generasi Muda Pelopor Pembangunan Daerah

Ilustrasi. (Istimewa)

Membangun sebuah daerah pada prinsipnya sangat diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga pembangunan tercapai dalam segala sektor. Generasi muda sangat berperan dalam pembangunan daerah karena generasi muda adalah pemegang estafet kepemimpinan daerah nantinya.

Sebagai pemegang estafet di masa yang akan datang, generasi muda harus menjadi pilar, penggerak dan pengawal jalannya pembangunan daerah. Namun kenyataan dan permasalahan yang dihadapi sekarang ini banyak generasi muda yang disorientasi, dislokasi dan dalam kepentingan politik. Seharusnya melalui generasi muda bisa melahirkan banyak inspirasi untuk mengatasi berbagai kondisi dan permasalahan yang ada, terutama dalam pembangunan daerah yang lebih maju.

Generasi muda juga menjadi kaum yang mendominasi populasi terbanyak saat ini, harus mengambil peranan sentral sebagai inisiator yang berada di barisan terdepan untuk kemajuan daerahnya. Sudah saatnya generasi muda menempatkan diri sebagai agen dalam perubahan (agent of change). Generasi muda yang masih relative bersih dari berbagai kepentingan, harus menjadi asset potensial dan mahal untuk kejayaan di masa yang akan datang.

BACA JUGA:  Zizara Gagas Ajang Cari Bakat "Face Of Muslimah"

Generasi muda yang tergabung dalam berbagai organisasi kemasyarakatan atau organisasi kepemudaan memiliki posisi penting dalam pembangunan daerah. Terlebih para generasi muda yang baru menyelesaikan pendidikan, yang merupakan generasi yang ditunggu untuk merealisasikan ilmu yang dipelajari demi kemajuan daerah. Mereka memahami dengan baik kondisi daerah dari berbagai sudut pandang dan memiliki interaksi yang kuat dengan lapisan masyarakat dan penguasa elit, sehingga menjadi pengalaman untuk melakukan pembangunan daerah.

Terlebih di zaman sekarang sudah banyak para generasi muda yang mengenyam pendidikan tinggi yang bisa dijadikan objek untuk membangun suatu daerah dengan ilmu dan ide yang mereka miliki. Generasi muda yang mempunyai kesadaran dan peka terhadap situasi dan kondisi daerahnya pasti mereka akan memikirkan serta melakukan sesuatu untuk mendobrak daerah supaya lebih maju. Perubahan besar yang mereka lakukan yang cocok dengan situasi dan kondisi di banyak daerah yaitu dari segi ekonomi dan pendidikan. Banyak sekali daerah-daerah yang penduduknya tidak bekerja karena alas an pendidikan atau susahnya mencari pekerjaan, disitulah generasi muda yang mempunyai kesadaran serta pendidikan yang mumpuni yang mampu merubah situasi dan kondisi seperti itu.

BACA JUGA:  IITCF Imbau Masyarakat Hati-hati Alokasikan Dana ke Travel

Sebagaimana perkataan Soekarno tentang generasi muda : “berikanaku 1000 orang tua, niscaya akan ku cabut semeru dari akarnya, berikan aku 10 pemuda, niscaya akan ku guncangkan dunia. ”Sejarah yang membuktikan keberhasilan generasi muda dalam pembangunan daerah atau pun untuk membela bangsa, yaitu ketika pada tahun 1825 – 1830 sekelompok pemuda dari kalangan ulama, santri, dan bangsawan keratin berperang melawan jajaran kepemerintahan Hindia – Belanda di bawah pimpinan Pangeran Diponegoro. Peperangan ini menyebabkan pemerintah Hindia – Belanda mengalami kerugian yang cukup besar, akibatnya dari perang ini masyarakat Hindia – Belanda mengalami trauma dan ketakutan. Lalu, dalam sejarah islam membuktikan adanya keberhasilan generasi muda yang dijadikan sebuah peradaban kemajuan islam, yakni Sultan Muhammad Al – Fatih yang berusia 21 tahun. Beliau, menaklukkan Konstantinopel pada abad ke – 14 dimana selama beberapa abad lamanya umat islam belum bisa menaklukannya. Dengan ide beliau yang fantastis yang membuat Konstantinopel dapat kembali ketangan Umat Islam.

BACA JUGA:  Zizara Gagas Ajang Cari Bakat "Face Of Muslimah"

Generasi muda atau sosok – sosok pemuda yang pernah ada dalam sejarah tersebut begitu dibutuhkan dalam kondisi pada zaman sekarang. Generasi muda yang berintelektual, agamis,berakhlakul karimah dan mempunyai keberanian yang bisa merubah untuk kemajuan pembangunan suatu daerah maupun kemajuan pembangunan bangsa dan Negara ini.

Ditulis oleh: Umi Halimatul Huda (Mahasiswa Perbankan Syariah STEI SEBI)

Comments

comments