Beranda Bisnis & Ekonomi Faktor yang Mempengaruhi Peningkatan Penjualan Jilbab Melalui Media Online

Faktor yang Mempengaruhi Peningkatan Penjualan Jilbab Melalui Media Online

Oleh : Rohimah (Mahasiswi STEI SEBI)

Perkembangnya tekhnologi yang semakin canggih, saat ini penggunaan internet sudah banyak di gunakan. Kebutuhan untuk mendapatkan informasi membuat seseorang sering menggunakan media online sebagai sumber untuk mendapatkan informasi, bahkan bukan hanya sebagai media untuk mendapatkan informasi, tetapi juga di gunakan sebagai media untuk berkomunikasi, keperluan riset, dan sebagai ajang sosialisasi serta sebagai bisnis. Hal ini di sebabkan karena meningkat pengguna internet serta pengguna akun media social di Indonesia.

terbukti dari jumlah pemakaian akun media online di Indonesia mencapai 70 juta atau 28% dari total populasi. Pemakaian media sosial seperti Facebook berjumlah sekitar 50 juta atau 20% dari total populasi, sementara pengguna twitter mencapai 40 juta dari 16% dari total populasi. Angka pengguna media social akan terus bertambah setiap tahunnya karena di topang dengan basis pemakaian mobile/telepon seluler smartphone basis internet yang besar.

Sedangkan menurut data yang di lansir dari skripsi Singgih Nurgiyanto,2014 menunjukkan 7 situs media social terpopuler di tahun 2013, Facebook meduduki posisi pertama, di susul twitter, Google+, MySpace, Linked, Friendster, dan pinterest. Selain itu, jumlah pengguna internet di Indonesia akan terus meningkat yang signifikan. Hal ini bisa di lihat dari grafik yang terus meningkat dari data tahun 1998 – 2012 versi (Asosiasi Penyelenggara jasaInternet Indonesia) APJII.

Selain itu melihat dari data yang tertulis dalam skripsi Singgih Nurgiyanto, di Asia masih terus berlanjut untuk mendominasi Facebook di tahun 2013. Sementara di Indonesia sendiri menjadi Negara kedua terbanyak pengguna facebook setelah India. survey dari global Web index juga menyebutkan bahwa Indonesia merupakan Negara yang memiliki pengguna situs jejaring social paling aktif seasia dengan total 79,7 % pengguna aktif mengalahkan Filipina yang total pengguna aktifnya sebesar 78%, Malaysia sebesar 72% dan cina sebesar 67% situs.

Jejaring social yang paling banyak di akses oleh masyarakat Indonesia menurut kemenkominfo dan berbagai sumber lain di antaranya adalah facebook, google+, Twitter, LinkedIn, Instagram, Kaskus, Youtube, Path, dan MySpace. Pengaksesan internet paling banyak dilakukan melalui smartphone, yaitu sebesar 70,1 %, personal notebook 45,4% PC rumah 41%, personal netbook 5,6%, tablet 3,4% dan yang memiliki perangkat pribadi 1,3%.

Hasil survei Asosiasi penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2014 menunjukan bahwa pengguna internet yang berjenis kelamin perempuan lebih banyak daripada laki-laki, di DKI Jakarta salah satu pengguna internet yang di dominasi perempuan, yaitu 73% sementara pengguna internet yang berkelamin laki-laki hanya sebanyak 23%.

Dilihat dari usia penguna, mayoritas pengguna internet di indonesia berusia 18-25 tahun, yang bisa di simpulkan hampir setengah dari total pengguna internet di indonesia (49%). Artinya, bisa di katakan bahwa segmen pengguna internet di indonesia adalah mereka yang termasuk ke dalam di gital natives. Melihat banyaknya jumlah pengguna media social adalah mayoritas penduduk indonesia dengan jumlah penduduk muslim 207.176.162 jiwa. maka ini merupakan peluang usaha salah satunya di bidang fashion jilbab. Karena melihat dari fenomena pengguna jilbab dewasa ini telah bergeser maknanya, sehingga jilbab saat ini bukan hanya sebagai penutup aurat sesuai syariat islam, tetapi kini telah menjadi fashion. Dari hasil penelitian Noor Awalia dalam jurnalnya yang berjudul naskah publikasi jilbab dan identitas diri mengatakan bahwa Wanita muslim di Indonesia sekarang ini sudah mulai menyadari kewajiban menutup aurat. Sebagai identitas muslimah, hijab, kerudung veil, atau lazim di sebut jilbab sudah menja di trend. Jilbab sekarang ini sudah menjadi mode bagi wanita muslimah dari berbagai kalangan, melintasi batas-batas kalangan pelajar dan mahasiswa yang menjadi perintis.

Jilbab telah tersebar keberbagai dunia, termasuk indonesia, ada tiga macam jilbab yang di tawarkan oleh berbagai perusahaan pembuatannya, yakni jilbab besar, jilbab standar, dan jilbab gaul. Jilbab sebagai busana muslim yang telah di terima oleh masyarakat luas. Perkembangan trend fashion jilbab dengan beragam model, gaya dan bahannya mendorong perempuan muslim menjadikan jilbab sebagai pilihan pakaian keseharian. Desainer-desainer muda mulai tumbuh dengan subur Indonesia dengan menawarkan gaya berjilbab yang kekinan, modis dan sangat mengikuti trend dengan permainan warna yang menarik, tentu saja menjadi daya Tarik perempuan di Negara dengan mayoritas penduduk beragama islam. Pemakaian busana muslim di Negara ini semakin populer, di tambah jumlah perempuan yang berjilbab sudah mencapai 20 juta di indonesa. Stigma orang jika berjilbab yang terkesan kuno, kaku dan tidak bisa mengikuti trend pelan-pelan mulai bergeser. Gaya busana muslim di Indonesia kinipun sudah menjadi trend sentter di asia Tenggara. Hal ini di buktikan dengan semakin banyaknya pesanan buku tutorial hijab dari Indonesia oleh beberapa negara di Asia Tenggara. Kementrian perindustrian perekonomian yang merilis data di tahun 2012 dari sektor ekonomi, fashion dan kerajinan memiliki pertumbuhan yang pesat. Setiap tahun pertumbuhan mencapai 7%. (Sumber: www.kompasiana.com)

Tidak dapat di pungkiri jejaring social saat ini sering di gunakan untuk memasarkan produk antara lain Facebook, Instagram, twitter, dan website dan lainnya. Dan keberhasilan strategi pemasaran jilbab dengan mengunakan media social tentunya tidak lepas dari prilaku konsumen :

  • Faktor Budaya
  • Faktor Sosial
  • Faktor Kepribadian
  • Faktor Psikologis

Sehingga penjualan dengan menggunakan media social saat ini sangat di sukai banyak orang, karna dengan kemudahan tekhnologi saat ini membuat orang mudah menjual dan membeli suatu produk yang di inginkan.

Komentar

komentar