Beranda Seputar Depok Remaja Pede, Siapa Takut? Transformasi Remaja Depok Menuju Kedewasaan

Remaja Pede, Siapa Takut? Transformasi Remaja Depok Menuju Kedewasaan

Yono Suryatno. (Foto: San/DepokPos)

DEPOK – Persoalan remaja yang utama adalah mengalami kekeliruan dalam menempuh sebuah kedewasaan, menjadi dewasa itu terkait pola pikir, maka persoalan-persoalan yang muncul pada diri remaja saat ini memang berawal dari kedewasaan yang belum tumbuh.

Demikian ditegaskan Yono Suryatno, penulis buku dari FORLEAD yang digandeng Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam perhelatan sosialisasi edukasi dan psikologi untuk remaja bertema “Remaja Pede, Siapa Takut?” di ruang aula lantai 10, Gedung Baleka II, Depok, Rabu (14/6/2017).

“Keluarnya buku ini juga dalam rangka bagaimana melakukan sebuah akselerasi kedewasaan, forum saat ini salahsatunya adalah bagaimana kita mentransformasikan konten dari buku ini,” jelas Yono kepada DepokPos saat ditemui disela-sela acara.

BACA JUGA:  Depok Terima Sertifikat Eliminasi Filiariasis dari Menkes
(Foto: San/DepokPos)

Lebih lanjut Yono mengatakan bahwa dengan sharing ini, harapannya anak-anak yang memasuki fase remaja ini menjadi pionir-pionir bahkan menjadi duta yang mampu memberikan percepatan buat remaja-remaja lainnya.

“Harapannya ketika kedewasaan ini sudah muncul, persoalan-persoalan yang banyak hingap pada remaja bisa teratasi. Masalah tawuran, narkoba, pegaulan dan lain-lain,” jelasnya.

Yono juga menambahkan bahwa dengan para remaja ini bisa bersikap dewasa, maka dengan sendirinya bisa memilah dan memilih sehingga persoalan-persoalan diatas bisa dikurangi.

Transformasi pengetahuan yang dimaksud adalah 5 konsep yang ditawarkan seperti yang ada pada buku yang ditulisnya tersebut, yakni:

  1. Melakukan akselerasi dari sisi pemahaman spiritual, disitulah sumber-sumber nilai dan prinsip hidup.
  2. Jalan untuk membangun sebuah kepemimpinan pada remaja, dengan sarananya adalah organisasi.
  3. Faktor keluarga. Yono mengatakan kalaupun ada remaja yang berasal dari keluarga yang kurang harmonis, dengan kedewasaan tersebut justru dialah yang diharapkan bisa menjadi perekat untuk keluarganya.
  4. Learning atau proses belajar, yakni bukan belajar yang sekedar dalam arti edukasi dilingkungan sekolah saja tapi juga proses perubahan perilaku yang terjadi karena pengetahuannya.
  5. Entrepreneurship, yakni membangun kedewasaan dari sisi kemandirian, tanggung jawab dan sebagainya. Ketika masuk dalam usaha tertentu, tanpa sadar jiwa-jiwa kemandirian itu akan tumbuh dengan sendirinya.
BACA JUGA:  Wujudkan Depok Religius Melalui Gerakan Shalat Subuh Berjamaah

“Nah hari ini yang kami lakukan adalah berusaha mentransformasikan kelima hal tersebut kepada mereka,” pungkas Yono. (San)

Komentar

komentar