Beranda Seputar Depok Nuroji: Bonus Demografi Jika Tak Dikelola dengan Baik Bisa Jadi Bumerang

Nuroji: Bonus Demografi Jika Tak Dikelola dengan Baik Bisa Jadi Bumerang

Anggota Komisi X DPR-RI Ir. H. Nuroji bersama anak-anak muda dari komunitas otomotif Kota Depok. (Foto: San/DepokPos)

DEPOK – Anggota Komisi X DPR-RI Ir. H. Nuroji menyambut baik serta memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap kegiatan-kegiatan positif yang digagas anak-anak muda di Kota Depok. Salah satunya adalah kegiatan yang diadakan gabungan komunitas otomotif se-Kota Depok yang menggelar buka puasa bersama dan meberikan santunan kepada yatim piatu dari Yayasan Al-Muwahidin Depok, Sabtu (10/6/2017).

“Lagi-lagi anak muda, ini kesekian kalinya saya diundang ke acara anak-anak muda dan ini positif serta harus terus didorong dan difasilitasi, jangan sampai kegiatan anak muda yang positif seperti ini tidak diakomodir,” jelas Nuroji kepada DepokPos saat ditemui disela-sela acara.

BACA JUGA:  FRAMES Isi Kegiatan LDKS di SMPIT Arafah

Lebih lanjut, Nuroji mengatakan bahwa kesalahan selama ini adalah lebih banyak tokoh-tokoh tua atau kelompok masyarakat yang justru menyalahkan generasi muda.

“Ada gangster motor anak muda yang disalahin, tawuran anak muda lagi yang disalahin, sebetulnya ini salah kita juga yang tua nggak ngasih kegiatan yang positif. Dan ini jadi kesempatan saya mengkoreksi diri agar tahun ini bisa lebih banyak bersama anak-anak muda,” jelas Nuroji.

Nuroji menambahkan bahwa di Kota Depok ini sudah masuk bonus demografi yakni usia produktif lebih dari 50 persen, artinya pemuda lebih banyak. Dan ini bisa menimbulkan persoalan dan sebaliknya bisa juga menimbulkan keuntungan.

BACA JUGA:  Depok Terima Sertifikat Eliminasi Filiariasis dari Menkes

“Tinggal bagaimana kita mengelolanya, kalau kita tidak kelola dengan baik maka bonus demografi ini menjadi sia-sia dan justru kasihan pemuda dan masa depannya menjadi terabaikan,” tambahnya.

Menurutnya, bonus demografi ini jika bisa dikelola dengan baik dengan memberikan lapangan pekerjaan, pendidikan baik maka pemuda akan menjadi semakin kuat.

“Tapi jika ini dibiarkan akan menjadi bumerang, hancur negeri ini. Siapa yang akan menggantikan generasi tua jika bukan anak-anak muda?. Jumlah pemuda ini sudah melewati 50 persen dan ini perlu penanganan. Saya lihat Pemkot belum bersiap untuk itu, masih retorika terus,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pemkot Depok Gandeng 20 Mitra Usaha Fasilitasi Kartu Identitas Anak

Menanggapi acara yang digelar gabungan komunitas otomotif Kota Depok ini, Nuroji menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas kemandirian dan kreatifitas anak-anak muda ini.

“Mereka mandiri, jangan dikira mereka mengajukan proposal, nggak, ini yang perlu dicatat. Eksistensi dibangun dengan kreatifitas dan kemandirian agar generasi tua tak lagi menilai negatif,” tegasnya.

Nuroji juga menegaskan bahwa kehadirannya tak lebih dari sekedar memfasilitasi dan mendukung kegiatan-kegiatan positif yang digagas anak muda agar anak-anak muda bisa lebih menunjukkan eksistensi mereka.

“Harapan saya, tokoh-tokoh lain bisa ikut men-support kegiatan-kegiatan anak muda yang positif seperti ini,” pungkasnya. (San)

Komentar

komentar