Beranda Nasional Dinkes Depok Tegaskan Pelaku Usaha Harus Tarik Peredaran Mi Korea Mengandung Babi

Dinkes Depok Tegaskan Pelaku Usaha Harus Tarik Peredaran Mi Korea Mengandung Babi

Ilustrasi. (Istimewa)

DEPOK – Menyikapi surat edaran dari BPOM terkait adanya 4 produk mi samyang asal Korea mengandung babi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok mengintsruksikan seluruh pelaku usaha yang menjual produk tersebut untuk secepat mungkin menariknya dari peredaran.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan kota Depok Lies Karmawati saat ditemui DepokPos di kantornya, Selasa (20/6/2017).

“Kita tindak lanjuti, menginformasikan kepada seluruh supermarket yang disinyalir menjual mi tersebut untuk tidak menjual dan menariknya dari peredaran,” jelas Lies.

Meski begitu, Lies mengaku belum mengetahui teknis untuk produk yang sudah ditarik itu nantinya akan dikembalikan ke perusahaannya atau dikumpulkan ke Kementrian Kesehatan untuk dimusnahkan.

“Kita saat ini baru memberikan surat edaran untuk tidak menjual itu, tapi teknis nanti pengembaliannya seperti apa atau pemusnahan di distibutornya seperti apa saya belum tahu,” jelasnya.

Lebih lanjut Lies mengatakan bahwa setelah lebaran Dinkes Depok akan mengevaluasi surat perintah yang dikeluarkan sejauh mana diterapkan ditempat-tempat yang menjual produk tersebut.

“Kalau mereka masih menjual tentu akan ada sanksi,” tegas Lies.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengatakan mengedarkan mi Korea mengandung DNA babi yang tidak disertai label khusus bisa dijerat pasal pidana.

“Kalau sudah dicabut izin edarnya maka itu barang ilegal bisa kena sanksi pidana,” kata Penny di Jakarta, Senin (19/6), menanggapi soal kabar Mi Samyang, Nongshim dan Ottogi.

Baca Juga: Sanksi Pidana Menanti Pengedar Mi Korea Mengandung Babi

Dia mengatakan sejumlah mie Korea ditarik izinnya karena terbukti dalam kandungan produk tersebut mengandung DNA babi tetapi tidak mencantumkan label khusus. Dalam peraturan Kepala BPOM Nomor 12 Tahun 2016 dinyatakan pangan olahan yang mengandung bahan tertentu yang berasal dari babi harus mencantumkan tanda khusus berupa tulisan “MENGANDUNG BABI” dan gambar babi berwarna merah dalam kotak berwarna merah di atas dasar warna putih.

Beberapa produk yang sudah ditarik izin edarnya seperti Samyang varian Mie Instan U-Dong dengan nomor izin BPOM RI ML 231509497014 yang diimpor PT Koin Bumi, Nongshim (Mie Instan Shim Ramyun Black, BPOM RI ML 231509052014, PT Koin Bumi), Samyang (Mi Instan Rasa Kimchi, BPOM RI ML 231509448014, PT Koin Bumi) dan Ottogi (Mie Instan Yeul Ramen, BPOM RI ML 231509284014, PT Koin Bumi). (San)

Komentar

komentar