Beranda Jawa Barat Wagub Jabar Apresiasi Diskusi Kesenian Se-Jawa Barat

Wagub Jabar Apresiasi Diskusi Kesenian Se-Jawa Barat

Wagub Jabar Deddy Mizwar saat menghadiri diskusi kesenian di Betawi Ngumpul, tanah Baru, Depok. (Foto San)

DEPOK – Ketua Dewan Kesenian Depok (DKD) Ir. H. Nuroji menggagas diskusi kesenian Se-Jawa Barat, melibatkan perwakilan para seniman dari berbagai kota dan kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Barat. Diskusi Kesenian Se-Jawa Barat itu dibuka oleh Wakil Gubernur Jabar H. Deddy Mizwar, bertempat di Panggung Betawi Ngumpul, Jalan Tanah Baru Depok pada Rabu (24/5/2017).

Menurut Nuroji tujuan diadakan diskusi memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa sudah ada UU Kebudayaan. Terkait tujuan itulah diskusi membahas tentang Sosialisasi UU Kebudayaan dan Strategi memajukan kesenian di Jawa Barat.

Dalam sambutannya Wagub Jabar, H. Deddy Mizwar mengatakan bahwa saat ini Jawa Barat belum ditempatkan secara destinasi pariwisata, mengingat jumlah dari penduduk Jawa Barat 47 juta jiwa nyaris 19% penduduk indonesia ada dijawa Barat.

BACA JUGA:  Dishub Jabar Bantah Telah Keluarkan Larangan Transportasi Online

Lebih lanjut Deddy menambahkan bahwa 60% industri manufaktur ada di Jabar itulah sebabnya penduduk Jabar sangat tinggi. Karena itulah infrastruktur harus dibangun. Disinilah peranan seniman siapkah kita dengan karya-karya yang kreatif di era masa depan?

“Pada tahun 2019 ada 20 juta kunjungan ke Jawa Barat, pertanyaan kita apakah kita siap? inilah satu harapan Indonesia bisa survive ke depan tergantung manusianya. Maka dari itu saya mengapresiasi diskusi Se-Jawa Barat ini,” tegas Deddy yang juga aktor film Nagabonar.

BACA JUGA:  Rumah Zakat Kembali Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Rohingnya
Deddy Mizwar saat membuka Diskusi Kesenian se-Jawa Barat. (Foto San)

Pada diskusi kesenian itu, H. Nuroji selaku anggota DPR RI di komisi X bidang Kebudayaan dan Pariwisata, dan juga budayawan menyatakan tentang Pemajuan Kebudayaan ini sudah 30 tahun dibicarakan dan dibahas di DPR RI tak pernah berhasil disahkan padahal UU ini sangat dibutuhkan oleh bangsa ini.

“Dari orde baru sudah 30 tahun dibahas kenapa sampai segitunya? Karena budaya sangat luas. Untuk judul saja kadang bisa berbulan-bulan. Urgensinya juga tidak ada upaya untuk menangkal jati diri kita. Apa yang dikatakan pak Wagub Deddy Mizwar bahwa era ke depan adalah jaman budaya. kita harus ambil ancang-ancang,” ujar Nuroji dengan logat betawinya.

BACA JUGA:  Kembali Ditimpa Musibah, Bayi Almarhum Zoya Wafat di Dalam Kandungan

“Intinya adalah didalam UU ini ada pemajuan kebudayaan. Bahwa kebudayaan dipandang sebagai investasi, hari ini UU sudah disahkan makanya sosialisasi. Secara detail ada pada copy-an, saya sebut tadi pokok-pokoknya kebudayaan itu adalah investasi jadi orang tidak ketakutan membiayai. Baik itu pariwisata dan pemanfaatan nanti,” kata Nuroji kepada depokpos mengakhiri wawancaranya. (BKarmila)

Komentar

komentar