Tingkatkan Kualitas Laporan Keuangan Internet dengan Audit Berkelanjutan

Ilustrasi.

Kemajuan pesat dalam teknologi informasi yang telah terjadi dalam dua dekade terakhir telah mempengaruhi lingkungan bisnis. Kemajuan ini termasuk dengan meluasnya pengguanaan internet oleh perusahaan dalam mengungkapkan dan melaporkan informasi keuangan mereka. Namun, ada hal yang tidak diatur dalam sifat dari lingkungan pelaporan keuangan internet yaitu menciptakan tantangan yang lebih signifikan terhadap kualitas laporan keuangan.

Internet in financial reporting (IFR) mempengaruhi cara informasi keuangan disimpan dan diolah. Namun, IFR di sebagian besar negara tidak terdapat regulasi dan aturan untuk mengatur pengungkapan praktik tersebut. Dengan demikian, sejumlah isu dan tantangan muncul dari penyebaran elektronik informasi keuangan di web (Ashbauph et al, 1999). Beberapa masalah tersebut ialah akses yang tidak sah dan/atau modifikasi internet financial reported information (IFRI) dan tercampurnya antara informasi yang telah audit dan tidak diaudit. Kemudian adanya kemungkinan kesalahan dari laporan audit, yaitu tercemin dari pengungkapan yang tidak terungkap dari laporan audit. Tantangan tersebut yang pada gilirannya mempengaruhi sifat kualitas laporan keuangan.

Dalam penelitian Hala (2016) tentang “ Auditors’ Perceptions of The Impact of Contious Auditing on The Quality of Internet Reported Financial Information in Egypt”, dijelaskan bahwa auditor di Mesir menganggap pelaksanaan audit berkelanjutan sebagai sarana untuk mengimbangi dan menghadapi tantangan yang berkaitan dengan lingkungan pelaporan keuangan internet. Dijelaskan pula dalam penelitian tersebut bahwa rata-rata auditor di Mesir beranggapan bahwa penerapan audit berkelanjutan merupakan suatu keharusan dalam ranah internet in financial reporting (IFR).

Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa baik auditor dari perusahaan audit Big 4 dan dari perusahaan audit lokal yang besar setuju bahwa internet finanacial reporting environment memiliki tantangan yang mengancam kualitas informasi keuangan yang dilaporkan. Akibatnya diperlukan penerapan audit berkelanjutan sebagai sarana untuk mengimbangi tantangan ini. Sebagaimana penejelasan Xiao et al. (2005) bahwa pelaporan keuangan di internet harus diakaitkan dengan pengembangan audit berkelanjutan. Dari penelitian Hala (2016) juga menunjukan kebanyakan auditor setuju bahwa audit berkelanjutan mampu meningkatkan keandalan, relevansi, serta daya banding informasi keuangan yang diungkapkan dalam ranah IFR yang merupakan indikator dari kualitas laporan keuangan. Bahkan auditor dari KAP Big 4 tampaknya lebih mengapresiasi efek atas implementasi audit berkelanjutan terhadap relevansi informasi yang dilaporkan yaitu memberikan informasi yang lebih tepat waktu.

Audit berkelanjutan dapat mengakibatkan beberapa tindakan yang dapat meningkatkan ketepatan waktu informasi. Tindakan tersebut yaitu menyebarkan informasi real time yang telah diaudit kepada pengguna, serta membantu auditor dalam memenuhi tugas-tugas mereka dalam lingkungan IFR. Selain itu juga mengurangi waktu yang dihabiskan untuk pemeriksaan manual transaksi dan saldo rekening. Hal tersebut merupakan indikator bahwa audit berkelanjutan dapat meningkatkan relevansi.

Audit berkelanjutan juga dapat membantu keandalan informasi yang telah dilaporkan melaui penurunan kemungkinan kesalahan oleh pengguna mengenai klasifikasi antara informasi yang diaudit dan tidak diaudit yang diungkapkan di situs perusahaan, memastikan pengungkapan semua informasi yang relevan, mencegah manipulasi dalam pengungkapan informasi dan mencegah tercampurnya antara laporan audit dan informasi yang tidak diaudit.

Secara keseluruhan auditor setuju bahwa audit berkelanjutan memiliki efek pada kualitas daya banding dalam laporan keuangan. Adapun peningkatanya melalui memungkinkannya pengguna untuk membandingkan antara informasi saat ini dan sebelumnya, untuk membandingkan antara perusahaan yang berbeda dan untuk mengambil riwayat informasi yang diterbitkan.

Saat ini diperlukan adanya audit berkelanjutan dalam pengaturan ekonomi dan budaya terlebih dengan tingkat keahlian teknologi dan pembangunan di Mesir lebih dari cukup untuk penciptaan operasi dan pemeliharaan website perusahaan untuk tujuan internet financial reporting. Jika itu terjadi, maka Mesir kemungkinan akan mengalami kebangkitan di internet finanacial reporting, regulator dan lembaga pemerintahan lainnya selama beberapa tahun ke depan. Selain itu kelompok stakeholder lainnya juga perlu mempersiapkan pemebangunan yang sudah begitu dekat.

Oleh karena itu, diperlukan adanya pedoman yang mencangkup audit berkelanjutan dan pekerjaan yang diperlukan dalam audit Internet Financial Reported Information (IFRI) untuk meningkatkan kualitas dan integritas pelaporan keuangan. Agar potensi audit berkelanjutan diakui dan dipenuhi, majelis regulator akuntansi dan audit perlu memberikan panduan yang memebantu memecahkan masalah yang berkaitan dengan independensi auditor dan materialitas. (Tine Hardian)

Comments

comments