Seni Menjaga Lisan

Ilustrasi.

Lisan merupakan salah satu Nikmat yang Allah berikan kepada kita sebagai manusia. Lisan merupakan anggota badan manusia yang cukup kecil jika bandingkan anggota badan lainnya, meski begitu. Tahukah, seni menjaga lisan dalam Islam sesungguh di wajibkan. Karena seseorang kadang menganggap sepele apa yang diucap dari lisannya. Namun, ternyata hal itulah yang mendatangkan murka Allah. Oleh karena nya, sebagai seorang muslim yang taat akan perintahnya. Hendaknya dapat menjaga lisan saat sedang berbicara atau yang di ucap. Jangan sampai menyakiti hati orang lain. Wajibnya menjaga lisan terkandung dalam QS Al-Isra : 36 “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.”

Layaknya manusia biasa. Penulis juga masih jauh dari kata sempurna dalam menjaga lisan. Sebagai contoh realita saat ini. Masih banyak orang-orang yang kurang menjaga tutr kata nya dan bahkan menyepelekannya. Tahukah, kalimat yang sering kita dengar seperti “mulut mu adalah harimau mu” begitulah pepatah menyampaikan. Hati hati dalam bersilat lidah. Karena yang paling menusuk kedalam hati justru bukan karena fisik, namun karena ucapan seseorang yang menyakiti hati. Naudzubillah..

Bahkan sebelum ada pepatah tersebut. Islam telah membungkus segala sesuatu hal yang ada dibumi ini dengan baik. Bagaiman ketika manusia melakukan aktivitasnya. Baik itu dalam beradaptasi, bersosialisasi dengan etika dan adab yang sesuai dengan syariah. Bahkan dalam Islam pun. Menjaga lisan pun di wajibkan sesuai dengan ayat disana.

Ayat di atas menjelaskan, “Janganlah kamu katakan ‘Aku melihat’ padahal kamu tidak melihat, jangan pula katakan ‘Aku mendengar’ sedang kamu tidak mendengar, dan jangan katakan ‘Aku tahu’ sedang kamu tidak mengetahui, karena sesungguhnya Allah akan meminta pertanggung-jawaban atas semua hal tersebut.”

Ibnu katsir menjelaskan makna ayat di atas adalah sebagai larangan untuk berkata-kata tanpa ilmu. (Tafsir Ibnu Katsir)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka katakanlah perkataan yang baik atau jika tidak maka diamlah.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Maka dari itu, kita sebagai umat Islam diwajibkan untuk senantiasa menjaga lisan kita dari perkataan-perkataan yang buruk. Salah satu bahaya tidak menjaga lisan adalah menyebabkan pelakunya di masukan kedalam api neraka. Meskipun itu hanyalah perkataan yang sepele. Sebagaimana dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari sahabat Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu ketika beliau bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang amalan yang dapat memasukkannya ke dalam surga dan menjauhkannya dari neraka, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan tentang rukun iman dan beberapa pintu-pintu kebaikan, kemudian berkata kepadanya: “Maukah kujelaskan kepadamu tentang hal yang menjaga itu semua?” kemudian beliau memegang lisannya dan berkata: “Jagalah ini” maka aku (Mu’adz) tanyakan: “Wahai Nabi Allah, apakah kita akan disiksa dengan sebab perkataan kita?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Semoga ibumu kehilanganmu! (sebuah ungkapan agar perkataan selanjutnya diperhatikan). Tidaklah manusia tersungkur di neraka di atas wajah mereka atau di atas hidung mereka melainkan dengan sebab lisan mereka.” (HR. At-Tirmidzi)

Oleh karena itu, wajib bagi setiap muslim untuk menjaga lisan dari perkara-perkara yang diharamkan oleh Allah. Pertama, saling mengingatkan terhadap seseorang. Kedua, senantiasa menyebut nama Allah. Perbanyak Istigfar dan shalawat. Dan lakukan sosialisasi dengan berbagai orang dengan menjaga adab dan etikanya. Semoga kita semua senantiasa dapat menjaga lisan kita, agar tidak termasuk golongan yang syirik. (Reni Marlina)

Comments

comments