Sambut Hardiknas, BEM SI Gelar Aksi di Kemendikti

(Foto: Muhamad Iqbal N)

JAKARTA –¬†Menyambut hari Pendidikan Nasional sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), mengadakan Aksi menyuararakan aspirasi didepan gedung KemenDikti kemudian bertolak ke gedung Kemendikbud. Aksi dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan totalitas perjuangan. Aksi ini diikuti oleh perwakilan dari Universitas pendidika Indonesia (UPI), Universitas yarsih, Universitas Negri Jakarta (UNJ), Institut Pertanian Bogor (IPB). STEI Sebi, STEI Tazkia, massa aksi berjumlah sekitar 100 mahasiswa.

Aksi dimulai sekitar pukul 13:00 didepan gedung Kemendikti, massa aksi mendesak untuk bertemu langsung dengan Mentri Pendidikan namun sangat disayangkan, yang bersangkutan sedang berada diluar kota, sehingga massa Aksi merasa kecewa. padahal, rencan pertemuan ini telah dikomunikasikan dan disepakati terlebih dahulu sebelum aksi digelar . Ujar Ihsan Munwar selaku koorditor wilayah BEM SI jabodetabek.

Massa aksi menuntut perbaikan sistem pendidikan di Indonesia baik tingkat menengah ataupun tingkat perguruan tinggi. Didepan gedung Kemendikti, Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM SI menyayangkan atas kinerja pemerintah yang dianggap tidak berkompeten menyelesaikan permasalahan yang ada. Segingga pemerintah menyerahkan segala keputusan dan kewnangan kepada setiap kampus, yang mana ini berpengaruh pada biaya UKT yang semakin tinggi dan mencekik . Mahasisea juga mnuntut kepada Kemendikti agar menghapuskan komersialisasi dilembaga pendidikan ujar suparno (UPI) dalam orasinya

Digedung Kemendikbud Mahasiswa mendesak dan berjanji untuk tetap berada didepan pagar gedung sampai keinginannya bisa didengar dan direalisasikan. Bahkan massa aksi sempat mengancam akan menerobos masuk kedalam pintu gerbang. Adapun salahsatu tuntutannya adalah percepatan pemerataan pendidikan di Indonesia, yang mana ini masih sangat jauh dari apa yang diharapkan. hanya provinsi DKI jakarta yang menyiapkan 20% dari APBD untuk pendidikan. Selain itu, mahasiswapun mendesak penghapusan Ujian Nasional (UN) dan UNBK karena disinyalir banyak kecatatan disana. Terjadi banyak kecurangan, politisasi, kurang efektif dan kurang efisien. Tapi lagi lagi massa aksi kembali dikecewakan karena mentri yang bersangkutaan enggan untuk menemui perwakilan massa aksi, sempat terjadi dorong dorongan antara massa aksi dengan aparat yang berjaga. sebagai Bentuk luapan emosi massa aksi. Namun aksi masi bisa dikendalikan dan berjlan lancar kembali setelah perwakilan dari massa aksi diperbolehkan masuk untuk beraudiensi dengan perwakilan pihak terkait.

Selain itu, massa aksi juga menuntut teralisasinya nawacita Jokowi JK yang disana tertulis jelas akan mengadakn wajib belajar (Wajar) 12 tahun tanpa biaya apapun, yang mana janji ini hanya dirasakan oleh warga DKI saja sedangkan untuk daerah terpencil janji ini belum terealisasi dan masih jauh dari apa yang diharapkan, Aksi ini di meriahkan dengan aksi teatrikal yang disana menggambarkan salah satu potret pendidikan di indonesia yaitu kesenjangan sosial yang mempengaruhi kebijakan sekolah. Teatrikal yang berjudul “yang kaya dan yang miskin sama-sama membutuhkan pendidikan” ini disambut dengan meriah oleh massa aksi.

Massa aksi membubarkan diri setelah beberapa perwakilan dari mahasiswa selasai beraidiens dengan pihak terkait, Kemendikbud melalui staf humasnya berjanji kepada massa aksi untuk bisa menyampaikan aspirasi kepada mentri pendidikan Indonesia, dan ditutup dengan penyerahan kotak yang berisi surat untuk bapa mentri pendidikan dari anak2 nya di daerah dari berbagai tingkatan, surat itu sebagian besar berisi harapan harapan anak bangsa khusunya dari daerah yang masih kurang perhatianny dalam bidang pendidikan. (Muhamad Iqbal N)

Komentar

komentar