Renungan: Jangan Pernah Lupakan Jasanya

Ilustrasi.

“Kaulah ibuku cinta kasihku
Terimakasihku takkan pernah terhenti
Kau bagai matahari yang selalu bersinar
Sinari hidupku dengan kehangatanmu”

Sepenggal lirik lagu dari Hadad Alwi yang berjudul ibu itu terasa pas untuk menggambarkan perasaan kita akan sosok ibu. Ibu adalah wanita yang tangguh. Sembilan bulan lamanya ia mengandung anaknya. Tanpa lelah membawanya ke mana pun ibu pergi. Tak pernah sekalipun terpikirkan olehnya untuk meninggalkan atau membuang seonggok janin dalam perutnya itu.

Demi seonggok janin itu pula, ibu harus rela bertaruh nyawa. Bertaruh nyawa untuk melahirkan buah hatinya yang telah ia jaga selama sembilan bulan itu. Rasa sakit yang amat sangat harus ia hadapi hanya untuk membuat anaknya terlahir di dunia yang fana ini.

Allah SWT memang maha adil. Rasa sakit yang amat sangat itu terbayar dengan lahirnya sebuah nyawa baru. Tangisannya berhasil membuat ibu tersenyum menutupi rasa sakit yang melanda.

Namun perjuangan ibu belum selesai sampai disitu. Ia masih harus membesarkan anaknya tersebut. Menjaga dan merawatnya dari pagi hingga malam. Ibu akan menjadi apapun yang dibutuhkan anaknya.

Ibu akan menjadi guru pertama bagi anaknya. Ia mengajarkan kebaikan yang harus dilakukan dan keburukan yang harus ditinggalkan ,agar sang anak tidak berada di jalan yang salah. Agar anaknya bisa menjadi orang yang bermanfaat di masyarakat.

Ketika sang anak sakit, ibu akan menjadi seorang dokter. Dengan sigap dan setia,ia akan merawat dan mengurus anaknya. Berbagai cara akan dilakukan oleh ibu untuk menyembuhkan anaknya. Tak peduli seberapa lelahnya ia. Tak peduli seberapa besar biaya yang harus dikeluarkannya. Baginya, yang terpenting hanyalah kesembuhan buah hatinya tercinta.

Jika anaknya merasa lapar,ibu akan menjadi seorang koki. Ia memasak makanan apapun yang diinginkan anaknya. Berusaha membuat masakan terbaik untuk sang anak. Ketika sang anak memakan masakannya dengan lahap,akan menjadi suatu kebahagiaan sendiri bagi seorang ibu.

Ibu bukan hanya sosok yang lemah lembut,tapi juga keras dan tangguh. Ia akan menjadi keras saat ada sesuatu yang mengancam anaknya. Ia akan melakukan apapun untuk memastikan keselamatan anaknya. Walaupun itu seringkali membuat anaknya kesal karena merasa terkekang. Tapi percayalah,semua itu dilakukan ibu karena ia sangat sayang pada anaknya. Ia tak ingin melihat anaknya terluka walaupun hanya berupa goresan kecil.

Sayangnya ketika beranjak dewasa masih ada anak yang melupakan perlakuan sang ibu kepadanya. Kita sering mendengar kasus dimana seorang anak menuntut ibunya di pengadilan hanya karena masalah harta. Semudah itukah sang anak melupakan semua pengorbanan ibunya? Hanya demi sebuah harta yang bersifat sementara? Tidakkah ia berpikir bagaimana dulu ibunya merawat dirinya tanpa mengharap imbalan apapun? Tak pernah sekalipun ia menagih uang yang dikeluarkannya untuk membeli kebutuhan kita. Satu-satunya yang ia harapkan adalah sang anak bisa menjadi orang sukses yang bermanfaat bagi orang banyak. Hanya itu saja.

Oleh karenanya, janganlah sekali-kali kita melupakan jasa dan pengorbanan seorang ibu apapun alasannya. Ingatlah bagaimana dulu ia bertaruh hidup dan mati hanya untuk melahirkan kita ke dunia ini. Jangan sampai kita gelap mata hanya karna masalah harta. Memang tidak ada ibu yang sempurna di dunia ini,tapi yakinlah tiap ibu pasti mencintai anaknya dengan sempurna. (Siti Fatimah Adri/PNJ)

Komentar

komentar