Program SIP OKE, Inovasi Kelurahan Mekarjaya dalam Melayani Masyarakat

Lurah Mekarjaya Ahmad Fadillah saat menjelaskan cara kerja SIP OKE kepada Walikota Depok Mohammad Idris., Jum’at. (Foto San/DepokPos)

DEPOK – Kelurahan Mekarjaya yang berada di wilayah Kecamatan Sukmajaya, Depok, meluncurkan program Sistem Informasi dan Pelayanan Online Kelurahan (SIP OKE), Jum’at (5/5/2017) di Kantor Kelurahan Mekarjaya. Dalam peluncuran ini turut hadir Walikota Depok Mohammad Idris, Camat Sukmajaya, serta jajaran OPD lainnya.

SIP OKE adalah sebuah inovasi pelayanan kepada masyarakat Kelurahan Mekarjaya dalam bentuk aplikasi berbasis website demi kemudahan, kecepatan dan kelancaran proses pengurusan dokumentasi yang berhubungan dengan Kelurahan Mekarjaya.

Kepada Depokpos saat ditemui seusai acara, Lurah Mekarjaya Ahmad Fadillah mengatakan bahwa SIP OKE ini berangkat dari ide awal bahwa dirinya melihat Depok ini warganya memiliki mobilitas yang tinggi dengan sebagian besarnya bekerja di Jakarta, dan ketika warga ingin mendapatkan pelayanan Kelurahan mereka terpaksa mengorbankan jam kerja mereka atau bahkan cuti hanya demi mendapatkan selembar kertas dari kelurahan.

“Kenapa tidak kita coba, mereka dimanapun berada kita buka akses itu yang selama ini kita di Kelurahan sifatnya melayani secara konvensional tapi dengan kemajuan IT kita bisa mebuka jedah itu, artinya warga tetap bisa terlayani tanpa mereka harus datang ke Kelurahan tapi dengan ketentuan bahwa persyaratan harus tetap dilampirkan,” jelas Lurah Ahmad.

Dari ide awal itulah kemudian Ahmad kemudian muncul  gagasan untuk membuat program SIP OKE ini. Ahmad menjelaskan bahwa sistem ini memiliki dua bagian yakni aplikasi berbasis website dan aplikasi berbasis android/iOS.

Aplikasi website ini sebagai informasi agar warga bisa tahu apa-apa saja yang harus dilengkapi dalam pengurusan sebuah dokumen,

“Jadi warga bisa langsung tahu tanpa harus datang ke Kelurahan bahwa jika mengurus sesuatu persyaratannya apa saja, lalu alurnya seperti apa, dasar hukumnya apa serta berapa lama waktu yang dibutuhkan. Ini semua masuk kedalam SPP (Standar Pelayanan Publik) yang terbagi kedalam 34 layanan,” ujarnya.

Ahmad menjelaskan bahwa sistem SIP OKE ini dibuat sesederhana mungkin agar bisa lebih mudah dimengerti masyarakat yang kurang memahami IT sekalipun

Sementara untuk sistem aplikasi berbasis Android/iOS, memiliki cara kerja yang serupa dengan aplikasi berbasis website cuma dalam bentuk aplikasi, ini juga semakin mempermudah karena tak perlu lagi mebuka browser dan mengakses alamat situs tapi cukup dengan sekali klik pada ponsel.

“Jadi intinya walaupun masyarakat dengan kemampuan IT seadanya bisa tetap menggunakan aplikasi ini dengan memanfaatkan ponsel dengan koneksi internet,” jelasnya.

Meski begitu, Ahmad mengatakan bahwa belum semua layanan Kelurahan bisa dilakukan memalui sistem online ini. Dia menjelaskan bahwa untuk pelayanan yang membutuhkan validitas dokumen lengkap dan membutuhkan proses verifikasi lapangan, yang konsekwensi hukumnya cukup berat ketika ada kesalahan, ini tidak dionlinekan.

“Misalnya seperti waris, kami tidak berani. Karena kondisi waris ini orang per orang berbeda, kami akan kesulitan ketika memasukkan ini. Jadi untuk beberapa pelayanan tertentu tidak  bisa kami onlinekan dan harus tetap dilakukan secara konvensional,” jelasnya.

Program SIP OKE yang pendanaannya bukan dari APBD ini melainkan dari swadaya masyarakat Kelurahan Mekarjaya, bisa diakses melalui alamat www.mekarjaya.id dan segala bentuk pelayanan bisa dilakukan melalui situs tersebut. (San/DepokPos)

 

Komentar

komentar