Beranda Pendidikan Ngobrol Langsung dengan Walikota, Siswa SMPN 3 Depok Minta UNBK Hanya Satu...

Ngobrol Langsung dengan Walikota, Siswa SMPN 3 Depok Minta UNBK Hanya Satu Sesi

Walikota Depok Mohammad Idris berbincang dengan siswa-siswi SMPN 3 Depok seusai mengikuti UNBK hari terakhir. (Foto San)

DEPOK – Walikota Depok Mohammad Idris, melakukan pemantauan langsungĀ di hari terahir pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sekolah yang disambangi adalah SMPN 3 Depok dan MTs Al-Kautsar yang keduanya berlokasi di Jalan Barito Raya, Kecamatan Sukmajaya, Senin (8/5/2017).

Selain melakukan pantauan langsung, Walikota juga menyempatkan diri berdialog dengan siswa-siswi yang telah selesai melakukan ujian ini dan bertanya-tanya seputarĀ harapan dan kendala yang dialami siswa selama mengikuti UNBK agar ke depan ada perubahan yang lebih baik.

BACA JUGA:  FRAMES Isi Kegiatan LDKS di SMPIT Arafah

Dalam obrolan santai tersebut, secara spontan siswa menyampaikan harapan mereka agar Pemerintah Kota bisa membantu menyediakan komputer untuk pelaksanaan UNBK kedepannya tidak dibagi menjadi tiga sesi. Namun, dilaksanakan secara bersamaan pada pagi hari.

Seperti diketahui, pelaksanaan UNBK yang pertama kalinya diterapkan untuk tingkat SMP ini pelaksanaannya dibagi menjadi tiga sesi karena sarana dan prasarana yang masih terbatas hingga tidak memungkinkan bagi para siswa untuk melakukan ujian secara bersamaan dalam satu sesi.

Menyikapi hal ini, Idris mengatakan bahwa kendala sarana dan prasarana ini bisa dibilang merata diseluruh wilayah Indonesia, namun untuk di Kota Depok sendiri relatif lebih baik dari wilayah lain, dan pihak Pemkot juga merencanakan pada tahun 2017 ini akan memberikan bantuan kepada pihak Sekolah terkait sarana dan prasarana.

BACA JUGA:  Pentingnya Keterampilan Berbahasa Indonesia di Mata Penutur Asing

“Untuk tahun 2017 ini, akan ada tambahan sarana dan prasarana untuk SMP negeri berupa komputer dan jaringannya,” ujar Idris.

Semua fasilitas dan kemudahan itu, diharapkan akan melahirkan prestasi dengan tingkat kelulusan 100 persen di Kota Depok.

“Untuk tahun ini memang masih belum memadai, baik sarana dan prasarana. Namun, tahun depan penambahan komputer maupun penunjang lainnya akan dilakukan agar siswa dapat tenang saat ujian nasional berlangsung,” pungkas Idris. (San/DepokPos)

Komentar

komentar