Meniatkan dan Meyakini

Ilustrasi. Istimewa)

Setiap amal pasti tergantung pada niat orang yang melakukannya. Baru berniat baik saja, Allah mencatatkan satu pahala kebaikan untuk manusia. Artinya niat merupakan sesuatu yang penting dan menjadi penyebab diterima atau tidaknya ibadah kita.

Lalu bagaimana dengan keyakinan ? Kita pasti sudah mengenal konsep Law of Attraction, yaitu alam akan memproses energi yang kita keluarkan, apa yang kita pikirkan, dan apa yang kita yakini.

Hal itu dibuktikan lewat sebuah penelitian di jepang. Penelitian tersebut menunjukan bahwa jika kita berbicara pada air, ternyata air itu merespons kata-kata kita maka partikel air akan berubah menjadi sangat bagus dan indah saat diberikan ucapan-ucapan yang baik dan positif. Namun saat air itu kita maki dengan kata-kata kasar, maka partikel tersebut akan berubah menjadi sangat buruk dan bisa menjadi sumber penyakit.

Dari sisi agama, konsep itu berkaitan dengan salah satu hadist bahwa allah sesuai dengan prasangka hamba-nya. Jika kita yakin dan berfikir sesuatu akan terjadi, itulah yang akan terjadi. Allah sudah membuat hukum alam yang tersistem dengan baik. Alam pun akan membantu kita untuk mewujudkan impian dan cita-cita kita. Apa syaratnya? Keyakinan!!!

Pertanyannya adalah sudahkah kita bersyahadat dengan sepenuh hati dan keyakinan yang begitu menghujam? Kalau belum, saya rasa sebaiknya kita kembali bersyahadat. Bisa jadi selama ini kita bersyahadat hanya ketika shalat, itu pun tanpa disertai keyakinan. Jangan sampai kitak tidak mengerti untuk apa lita mengakui Allah dan rasul-nya. Ibarat burung beo yang bisa berkata-kata, tapi dia sendiri tidak paham dengan apa yang diucapkannya. Atau seperti anak kecil yang membaca koran dengan suara lantang, tapi dia tidak paham dengan cerita yang dia baca.

Kita semua tahu, dimana ada niat dan keyakinan maka disitu ada jalan. Maka kita harus mulai memiliki keyakinan dalam diri bahwa dengan pertolongan-nya, kita bisa mengubah hidup menjadi lebih baik. Kita yakin bahwa Allah akan menolong kita dan membalas semus ikhtiar yang kita perjuangkan.

Jadi kalau hari ini hidup masih terasa sulit, ekonomi tidak kunjung membaik, utang semakin menggunung, jodoh belum menghampiri, penyakit tak kunjung sembuh, karier begitu-begitu saja, penghasilan minim, maka janganlah pernah menyerah untuk berdoa dan meminta rahmat-nya. (Syaiful Fadjri/STEI SEBI)

Comments

comments