Beranda Oase Mengenal Sosok Manusia

Mengenal Sosok Manusia

Ilustrasi. (Istimewa)

Oleh: Asri Nur Lestari

Allah SWT sebagai pencipta, telah menciptakan langit, bumi dan segala sesuatu yang ada diantara keduanya. Salah satu ciptaan Allah adalah manusia, yang diberi keistimewaan berupa kemampuan berfikir melebihi jenis mahluk lain yang sama-sama menjadi penghuni bumi. Kemampuan berfikir itulah yang diperintah oleh Allah agar dipergunakan untuk mendalami wujud atau hakikat dirinya dan tidak semata-mata dipergunakan untuk memikirkan segala sesuatu di dalam dirinya.

Demikianlah kenyataannya bahwa manusia tidak pernah berhenti berfikir kecuali dalam keadaan tidur atau sedang berada dalam situasi diluar kesadaran. Manusia berfikir tentang segala sesuatu yang tampak atau dapat ditangkap oleh pancaindera bahkan yang abstrak sekalipun. Dari sejarah kehidupan manusia ternyata tidak usaha manusia memikirkan wujud atau hakikat dirinya, meskipun sebenarnya masih lebih banyak yang tidak menaruh perhatian untuk memikirkannya.

Dalam firman Allah SWT surat Ar-Rum ayat 30 mengandung perintah agar manusia dalam mempergunakan pikirannya selalu dilandaskan pada iman yang terarah lurus dengan Allah SWT. Demikian pula yang berfikir fundamental tentang hakekat atau wujud darinya.

BACA JUGA:  Nikmat yang Sering Terlupakan

Siapakah manusia sebenarnya? Apakah kita sudah mengenal diri kita sendiri? Dimanakah kedudukan kita sebagai ciptaan Allah SWT? Bagaimana seharusnya sikap kita kepada Allah SWT? Dan masih banyak lagi persoalan yang perlu dilontarkan kepada manusia pada dirinya sendiri yang sudah lama hidup dimuka bumi.

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang diciptakan dari tanah kering yang hina, terdiri dari ruh dan tanah yang dilengkapi dengan potensi hati, akal dan jasad/pendengaran dan penglihatan. Akal digunakan manusia untuk berfikir mengenai yang benar dan yang bathil (salah), sedangkan hati diciptakan untuk merasakan cinta dan kasih sayang yang telah Allah berikan kepada setiap manusia. Pendengaran dan penglihatan merupakan alat yang dibutuhkan oleh manusia untuk mengetahui kebesaran Allah SWT. Manusia dimuliakan dengan tugas “Ibadah “ dan “Khalifah” dimuka bumi.

BACA JUGA:  Bertebaran Dalam Kebaikan

Di antara makhluk ciptaan Allah SWT yang sekian banyak jumlahnya, manusia adalah makhluk yang terbebani dengan tugas yang amat berat, dimana tak satupun makhluk lain mendapatkan beban seberat itu. Akibat amanah yang diembannya itu, logis jika manusia akan dimintai pertanggung jawaban dihadapan Allah. Satu persatu perbuatannya akan dihisab, bagaimana pelaksanaan misi ibadah dan kekhilafahan itu ditegakkan. Untuk misi itu pulalah, maka manusia dilengkapi dengan indera yang memungkinkan ia melaksanakan tugas-tugas dengan sempurna. Manusia dalam bahasa arab adalah Insan.

Hakekat manusia adalah kebenaran atas diri manusia itu sendiri sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT. Tetapi terdapat dua sudut pandang yang dapat digunakan untuk memahami apa hakekat manusia itu, yaitu dari pandangan umum dan pandangan agama Islam.Hakekat manusia menurut pandangan umum mempunyai arti bermacam-macam, karena tedapat berbagai ilmu dan perspektif yang memaknai hakekat manusia itu sendiri. Seperti dalam perspektif filsafat menyimpulkan bahwa manusia merupakan hewan yang berpikir karena memiliki nalar intelektual.

BACA JUGA:  Bertebaran Dalam Kebaikan

Dalam perspektif ekonomi mengatakan bahwa manusia adalah makhluk ekonomi. Perspektif Sosiologi melihat bahwa manusia adalah makhluk social yang sejak lahir hingga matinya tidak pernah lepas dari manusia lainnya. Sedangkan, perspektif antropologi berpendapat manusia adalah makhluk antropologis yang mengalami perubahan dan evolusi. Dan dalam perspektif psikologi, manusia adalah makhluk yang memiliki jiwa.

Hakekat manusia menurut pandangan Islam :

  • Manusia adalah Makhluk Ciptaan Allah SWT.
  • Kemandirian dan Kebersamaan (Individualitas dan Sosialita).
  • Manusia Merupakan Makhluk yang Terbatas.

(Sumber: Pembelajaran mata kuliah Aqidah Akhlak semester 1 STEI SEBI oleh Ustad Deni Purnama Lc.)

Komentar

komentar