Menengok Keamanan di Pasar Pal

(Foto: Dina)

Tempat ini tak asing lagi bagi masyarakat Depok, terkhusus warga Cimanggis. Setiap hari selalu ramai dikunjungi oleh pembeli. Tempat terjadinya proses jual beli dan tawar-menawar. Letaknya strategis sehingga mudah dijangkau transportasi. Harga yang ditawarkan juga terjangkau. Tak heran banyak yang lebih memilih belanja di pasar tradisional daripada pasar swalayan.

Pasar Tugu atau lebih dikenal oleh masyarakat sekitar dengan sebutan Pasar Pal merupakan pasar tradisional yang memiliki satu gedung utama yang terdiri dari dua lantai. Lantai satu untuk pedagang pakaian, perhiasan, dan perlengkapan sekolah, sedangkan lantai dua untuk Kantor UPT, pedagang makanan, dan penjahit.

BACA JUGA:  Pentingnya Keterampilan Berbahasa Indonesia di Mata Penutur Asing

Tanah seluas 1.890 meter persegi ini telah menyiapkan petugas keamanan sebanyak tujuh orang. Petugas keamanan ini dibagi menjadi dua regu, tiap regu bekerja dengan sistem 24 jam, yaitu apabila regu satu bekerja hari ini maka esok mereka akan libur, begitu juga dengan regu dua.

Jika ditanya mengenai kriminalitas di Pasar Pal, 90% kasus pencopetan dilakukan oleh wanita dengan mengenakan kerudung dan membawa silet untuk menyobek tas korban. Pencopet yang tertangkap akan dilaporkan dan diproses oleh UPT lalu ditindaklanjuti oleh pihak berwajib. Dengan seringnya muncul kasus pencopetan, petugas keamanan bekerjasama dengan para penjual untuk mengimbau pembeli untuk menjaga barang bawaan dan mengenakan tas di depan agar mengurangi kasus pencopetan di pasar.

BACA JUGA:  Granat Asap dan Belasan Peluru Gas Air Mata Buatan Pindad Ditemukan di TPA Cipayung

Herman, selaku Kepala Petugas Keamanan Pasar Pal menjelaskan bahwa tidak ada pungli atau pungutan liar dan premanisme di pasar ini. “Di sini tidak ada pungutan-pungutan lain, ya paling ada biaya retribusi perkios sebesar Rp 3.500,00 per hari. Untuk premanisme, sekalipun ada preman, mereka tidak akan menganggu kegiatan di pasar,” ujarnya.

Mengenai pencurian motor, beliau juga menjelaskan bahwa selama 12 tahun ia bekerja di Pasar Pal belum pernah ada kejadian hilangnya motor. Tempat parkir di pasar ini tidak menggunakan cctv atau alat keamanan lainnya, hanya memberikan kartu parkir kepada pemilik motor. Uang parkir di sinipun terbilang murah, yaitu Rp 2.000,00 untuk parkir seharian. “Karena kami menomorsatukan keamanan,” tegasnya di akhir wawancara. (Dina Nazhifah/PNJ)

BACA JUGA:  Pemkot Depok Gandeng 20 Mitra Usaha Fasilitasi Kartu Identitas Anak

Komentar

komentar