Lebih Dekat Dengan Al-Qur’an

Ilustrasi.

Oleh: Asri Nur Lestari

Dalam agama Islam dikenal empat buah kitab yang wajib kita percayai serta kita imani. Jumlah kitab Suci sebenarnya tidak dijelaskan dalam Al-Qur’an juga hadist. Selain dari kitab Allah yang diturunkan kepada Rasul melalui malaikat Jibril, kita juga bisa berpedoman pada hadist Nabi Muhammad SAW dan Sahifah-sahifah/suhuf/lembaran  firman Allah SWT yang diturunkan pada Nabi Adam, Ibrahim, dan Musa AS.

Percaya kepada kitab-kitab Allah SWT hukumnya adalah wajib ‘ain tau wajib bagi seluruh warga muslim di seluruh dunia. Dilihat dari pengertian atau arti defenisi, kitab Allah SWT adalah kitab Suci yang merupakan wahyu yang diturunkan oleh Allah SWT melalui Rasul-Rasulnya untuk dijadikan pedoman hidup umat manusia sepanjang masa. Orang yang mengingkari serta tidak percaya kepada lA-Qur’an disebut orang-orang murtad.

BACA JUGA:  Kendalikan Amarah dan Tetap Berprasangka Baik

Daftar kitab-kitab Allah SWT beserta Rasul penerima wahyu:

  • Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa AS.
  • Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Daud AS.
  • Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa AS.
  • Kitab Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Kitab Suci Injil yang saat ini dijadikan kitab suci oleh kaum Nasrani/Kristen katolik dan Protestan sangat berbeda dengan Injil yang diwahyukan kepada Nabi Isa AS semasa hidupnya untuk kaumnya. Oleh karena itu, datang Al-Qur’an untuk menjadikan penyempurna seluruh kitab suci yang ada.

BACA JUGA:  Sombong Sebagai Sebuah Penghalang

Karena sebagaimana kita ketahui semua bahwa, kitab-kitab yang diturunkn oleh Allah SWT wajib kita imani. Karena apa yang sudah diutarakan dalam kitab Al-Qur’an, kitab adalah suatu pedoman bagi kehidupan manusia di dunia dan di akhirat kelak.

Karakteristik Al-Qur’an sebagai kitab Ilahi, kitab suci yang terpelihara, sebagai mukjizat, sebagai penjelas dan dimudahkan pemahamannya, sebagai kitab suci yang lengkap, sebagai kitab suci seluruh zaman, dan seluruh umat. Yang dijadikan sebagai pedoman bagi kehidupan manusia.

Kedudukan Al-Qur’an sebagai berita hukum syariat, jihad, tarbiyah, pedoman hidup, I’jaz ilmi. Karena tidak ada kitab yang lebih tinggi kecuali Al-Quran. Kewajiban kita sebagai muslim terhadap Al-Qur’an adalah mengimani, membaca, mentadabburi, menghafal dan menjaga hafalannya, dan mengamalkannya.

BACA JUGA:  Indahnya Bersyukur

(Sumber: Pembelajaran mata kuliah Aqidah Akhlak semester 1 STEI SEBI oleh Ustad Ishak Trianda, M.A)

Komentar

komentar