Beranda Feature Kopi Ternyata Dapat Mengobati Kulit Melepuh

Kopi Ternyata Dapat Mengobati Kulit Melepuh

Ilustrasi. (Istimewa)

Nama kopi memang sudah tak asing lagi di telinga semua orang. Kopi sejatinya adalah serbuk yang diolah untuk membuat minuman nikmat yang dipercaya dapat mengusir rasa kantuk. Namun, tahukah anda dibalik kenikmatan kopi yang dapat disajikan hangat maupun dingin, kopi ternyata dapat mengobati luka kulit yang melepuh akibat tersiram air panas?

Kopi, minuman yang dihasilkan dari tanaman kopi hasil sangrai yang dijadikan bubuk itu dapat mengobati kulit yang melepuh akibat terkena siraman air panas. Hal itu karena, di dalam kopi terkandung zat antibakteri yang tergolong sangat kuat. Meski belum diketahui secara pasti jenis kandungannya, namun zat ini terbukti sangat efektif membasmi kuman Methicillin Resistant Starhylococcus Aureus (MRSA) yang sering dijumpai pada luka bernanah. Dan lebih menakjubkannya lagi, setiap orang dari berbagai usia pun dapat menggunakannya.

Cara pemakaiannya pun sangat mudah dan dapat dilakukan sendiri di rumah, hanya dengan menaburkan bubuk kopi secara merata dan tipis di kulit yang terluka. Lakukan hal tersebut secara teratur sebanyak 3 kali dalam sehari.
Untuk dapat mempercepat penyembuhan luka, kulit yang telat dibaluri kopi tidak boleh terkena air sedikit pun karena akan memperlambat penyembuhan. Anda dapat menutup luka dengan kain atau perban ketika akan mandi atau beraktivitas dengan air.

Walaupun kopi dinilai efektif dalam penyembuhan luka bakar, namun tak semua orang dapat menggunakan cara tersebut. Seseorang yang alergi terhadap kopi tentu tak dianjurkan menggunakan kopi sebagai obat mengobati luka di kulit yang melepuh karena dapat membuat luka memerah dan meluas ke area kulit lainnya.

Dalam proses penyembuhan luka dengan kopi ini pun tergantung dari kondisi luka itu sendiri. Jika seseorang yang terluka tersebut adalah penderita diabetes, tentunya akan memakan waktu yang cukup lama untuk proses penyembuhan luka, maka dari itu perlu juga diiringi dengan pengobatan medis untuk penderita diabetes. (Miranda Nur Husna/PNJ)

Komentar

komentar