Kisah Pedagang Buah di Pasar Pal

Pasar Pal yang setiap harinya ramai dikunjungi masyarakat Depok dan sekitarnya juga terlihat padat, apalagi letak pasar yang hanya melebar sampai penghubung jalan raya. Selain itu, pedagang juga banyak menjajahkan dagangannya di pinggir jalan dan ruas jalan pun semakin mengecil. Akibatnya, sering terjadi kemacetan, parkir sembarangan, terlebih banyaknya angkutan umum dan pribadi melewati akses yang menghubungkan pada Jalan Alternatif UI.

Bapak Samsudin salah satu pedagang pinggir jalan mengaku tidak ada kendala yang berarti saat berjualan. Ia lebih memilih berjualan dipinggir jalan mulai dari pukul 09.00 sampai 04.00 sore karena lapak yang ada didalam pasar sudah penuh dan biaya sewanya pun lebih mahal.

“Sudah empat tahun saya berjualan di sini, tadinya cuma saya aja dan tukang mie ayam aja, dulu belum ada yang ngisi di sini sekarang sudah banyak”, ujar Pak Samsudin, pedagang buah-buahan.

Selain Pak Samsudin, pedagang musiman lainnya juga ikut mengisi ruas pinggir jalan. Seperti, tukang buah-buahan musiman yang mangkal dengan mobil bak, pedagang gerobak dorong, dan lain-lainnya.

Kawasan pinggir jalan pasar setiap tahun bertambah dan memang saat ini kondisinya semakin tidak baik. Soal kemanan dan keselamatan pedagang dan pembeli seharusnya diperhatikan. Pasar adalah pusat kebutuhan hidup masyarakat. Jika tidak dibenahi akan banyak merugikan kelangsungan aktivitas di sekitar pasar tersebut.

Sebenarnya, sudah banyak terjadi akibat padatnya kendaraan. Seperti kendaraan besar yang melewati ruas jalan pinggir pasar yang harus diperhatikan agar tidak menyenggol kendaraan yang berada disekitarnya. Ini terjadi beberapa waktu yang lalu sehingga memakan korban. Sangat disayangkan. Resiko-resiko seperti itu bisa terjadi kapan saja, ada baiknya kita perlu menjaga dan memawas sejak dini guna kenyamanan kegiatan jual-beli di pasar.

Untuk kelebihan dan kekurangannya jika berjualan di pinggir jalan pun ada. Pembeli bisa langsung menemukan barang yang dicari atau sebaliknya. Tetapi harus perlu diketahui, jika membeli bahan pangan seperti buah-buahan dan sayur-sayuran di pinggir jalan harus berhati-hati. Kemungkinan sudah tercemar oleh polusi sekitar lingkungan pasar dan asap kendaraan. (Fima Nabila Akhda/PNJ)

Komentar

komentar