Kebersihan Pasar Citayam, Tanggung Jawab Bersama

(Foto: Tanayastri Dini)

Banyak yang berkata kalau kebersihan adalah pangkal kesehatan, kebersihan itu sebagian dari iman. Lantas, apa pengertian kebersihan sebenarnya? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kebersihan diartikan sebagai keadaan yang menurut kepercayaan, keyakinan, akal, atau pengetahuan manusia dianggap tidak mengandung noda atau kotoran.

Jadi, dari pengertian tersebut dapat pula dikatakan kalau kebersihan di suatu tempat dipengaruhi oleh kepercayaan, keyakinan dan kesadaran masing-masing individu. Hal ini berlaku di berbagai tempat, seperti di rumah, sekolah, kantor, dan tempat-tempat umum lainnya – termasuk pasar.

Pasar, terutama pasar tradisional, akrab dikenal sebagai tempat yang becek, penuh sampah, bahkan berbau tidak sedap. Stereotipe yang masyarakat berikan terhadap tempat berbelanja ini seolah sangat cocok untuk menggambarkan kondisi Pasar Citayam.

Salah satu pasar yang terletak di Jalan Raya Citayam, Bojong Pondok Terong, Cipayung, Kota Depok ini dikenal dengan bau tidak sedap yang bahkan langsung tercium ketika orang melintas di depan bangunannya. Letak Tempat Pembuangan Sampah (TPS) pasar yang terletak di bagian depan gedunglah yang menyebabkan bau tersebut begitu terasa menusuk indera penciuman masyarakat di sekitar sana.

BACA JUGA:  Wanita Era 45 Hingga Milenia

“Dibilang mengganggu ya iya, dibilang gak ganggu ya memang beginilah,” ungkap Agus, salah satu wanita paruh baya yang tengah menunggu angkutan umum di dekat TPS. “Apalagi kan kalau hujan tuh, ulet-ulet dari TPS pada turun ke jalan. Bau juga, gak baik buat pernapasan,” tambahnya.

Belum lagi, permasalahan-permasalahan lainnya yang tidak bisa dibilang sepele. Nurasia, salah satu pedagang sayuran di pasar itu, mengutarakan isi hatinya mengenai masalah kebersihan yang ada di tempat dia mencari nafkah tersebut.

“Saluran airnya terlalu dangkal sehingga kalau hujan itu banjir. Sampai ke mata kaki, jadi masuk ke kios-kios yang di bagian sana (di bagian tengah pasar, RED). Bau juga, kan yang meluap itu air got. Terus, pembuangan airnya itu gak efektif juga,” ujarnya sambil melayani pembeli.

Tidak hanya itu, oknum pedagang yang suka sekali membuang sampah secara sembarangan pun ikut andil dalam menambah masalah kebersihan di Pasar Citayam. Jadi, meskipun sampah itu diangkut oleh petugas kebersihan di sana, tetap saja terjadi penumpukan di beberapa tempat yang pada akhirnya menimbulkan bau yang tidak sedap.

BACA JUGA:  Dana Haji Sebagai Alat Investasi

“Kalau beberapa pedagang sayur di daerah yang banyak sampahnya itu ada yang membersihkan tempatnya, tetapi dibuang di depan kios orang gitu loh, ada juga yang buangnya di tempat-tempat kosong yang gak ada pedagangnya,” tambah Nurasia.

Permasalahan lainnya adalah air dari kios-kios pedagang ikan yang menimbulkan genangan atau biasa disebut becekan. Selain dapat menyebabkan banjir (bila saluran airnya sedang tersumbat), hal itu juga membahayakan pengunjung yang lewat.

“Beceknya paling, apalagi di bagian penjual ikan. Suka kepleset juga saya di sana,” ungkap Mariana, pengunjung yang mengaku rutin berbelanja di Pasar Citayam.

Pengelola pasar sendiri sudah pernah mengupayakan perbaikan saluran air (drainase) di sana, namun sepertinya hasilnya belum bisa dirasakan baik oleh pedagang maupun pengunjung. Jika sudah begitu, sebaiknya pihak pedagang dan pengunjung pun ikut terjun dalam menangani masalah-masalah kebersihan di Pasar Citayam.

BACA JUGA:  Pemuda Saat Ini Adalah Pemimpin Masa Depan

Untuk pedagang misalnya, janganlah membuang sampah secara sembarangan, apalagi jika sampahnya dapat merugikan sesama pedagang bahkan pengunjung. Setidaknya, bila tidak bisa membantu menyelesaikan masalah yang ada, jangan menambah masalah baru.

Sementara pengunjung mungkin bisa mengajukan kritik dan saran kepada pihak pengelola agar dapat meninjau kembali permasalahan-permasalahan yang ada di Pasar Citayam. Sebab banyak kerugian yang akan muncul jika masalah-masalah tersebut terus dibiarkan, baik dalam segi kenyamanan maupun kesehatan.

Tanggung jawab kebersihan di suatu tempat itu tidak hanya dipikul oleh satu pihak saja, tetapi oleh semua pihak yang terlibat di dalamnya. Pengelola, pedagang dan pengunjung Pasar Citayam, semua memiliki porsi masing-masing dalam menjaga kebersihan di sana.

Jika tidak mau dirugikan oleh masalah-masalah tersebut, pedagang dan pengunjung bisa membantu untuk perlahan menyelesaikannya – jangan hanya menunggu solusi lebih lanjut dari pihak pengelola. Sementara itu, pengelola wajib untuk mencari solusi yang tepat untuk menangani masalah-masalah itu. (Tanayastri Dini/PNJ)

Komentar

komentar