Kalahkan Hari Ini! (Bag. 1) – Mengejar Mimpi Lewat Institut Musik Jalanan

Institut Musik Jalanan. (Foto San/DepokPos)

“Kalahkan Hari Ini!¬†adalah quote yang paling pas untuk orang-orang yang terus berjuang” – Andi Malewa

Kamis siang, 25 Mei 2017, dengan menenteng gitarnya seorang gadis muda tampak menyusur jalan sepanjang Stasiun Depok Baru menuju markas Institut Musik Jalanan (IMJ) yang berada tepat diujung fly over Arif Rahman Hakim, Depok.

Tanpa peduli panas yang menyengat, Dhea (23 tahun), gadis muda asal Bekasi ini mengaku datang dengan menumpang kereta untuk mengikuti audisi performance setelah dua hari sebelumnya juga datang ke markas IMJ untuk verifikasi data.

“Ini memang menjadi cita-cita saya selama ini, bahwa musisi jalanan juga bisa tampil selain dijalanan, tapi juga ditempat-tempat bergengsi¬†lainnya. Bahwa musisi jalanan adalah sebuah profesi, seperti juga musisi lainnya,” ujar Dhea mantap

Dhea yang mengaku sudah sejak usia belasan mengamen dijalan-jalan Ibukota ini mengatakan sudah saatnya pengamen atau musisi jalanan bisa meningkat kejenjang yang lebih baik lagi.

BACA JUGA:  RSIA Brawijaya Buka Cabang Baru di Bojongsari Depok

“Dijalanan sudah tak lagi aman, sekarang ini sudah terlalu banyak yang mengatasnamakan pengamen tapi memaksa meminta uang. Ini membuat anak-anak yang memang benar-benar bermusik jadi kena dampaknya. Orang jadi takut,” keluh Dhea yang mengaku selama ini mengamen disekitar Bekasi, Jakarta Timur hingga Blok M.

Dhea bukanlah satu-satunya musisi jalanan yang mengejar mimpi melalui IMJ, tak kurang dari seratus orang pengamen lainnya memadati IMJ untuk mengikuti seleksi sertifikasi musisi jalanan melalui program Support Performance Card (Supercard) yang digagas IMJ dan bekerjasama dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Apa itu Institut Musik Jalanan?

BACA JUGA:  Jelang Pilgub Lurah Beji Himbau Masyarakat Wajib Punya e-KTP Depok

Institut Musik Jalanan didirikan oleh tiga orang yang berjuang dengan gigih dibidangnya masing-masing. Andi Malewa, pendiri rumah baca terminal Depok, Iksan Skuter, seorang musisi dan music director yang telah malang melintang dalam industri musik baik major maupun indie dan Frysto Gurning, dengan latar belakang sebagai seorang entrerpreneur. Persahabatan yang terjalin diantara ke tiga founder inilah yang melahirkan IMJ.

Berawal dari perbincangan ringan disebuah warung kopi pada pertengahan tahun 2013, Andi, Iksan dan Frysto kemudian merumuskan ide pembentukan Institut Musik Jalanan.

Tepat di akhir tahun 2013, Andi Malewa, Iksan Skuter dan Frysto Gurning mematangkan ide-ide pembentukan IMJ. Januari 2014, atas kesepakatan ketiga pendiri IMJ inilah Gedung IMJ yang di rancang sepenuhnya oleh Burhan Malewa (ayah dari Andi Malewa) kemudian terealisasi.

BACA JUGA:  Maksimalkan Potensi Generasi Millenial

IMJ dibangun diatas tanah seluas 300 meter persegi dengan status sewa lahan selama 3 tahun. IMJ, bukan hanya sebagai ruang rekaman gratis bagi pengamen/ musisi jalanan, IMJ juga sangat serius menggarap sebuah label rekaman. Saat ini Gedung IMJ memiliki fasilitas dan asset sebagai berikut Ruang Rekaman, kantor Manajemen, Stage Akustik, satu set alat rekaman, satu set alat musik Akustik, ruang pembekalan kelas musik.

“Kalahkan hari ini! adalah quote yang paling pas untuk orang-orang yang terus berjuang, di IMJ yang kami lakukan hanya berkarya tanpa henti, apapun rintangan yang menhadang. Hadapi dan kalahkan semuanya, tak kenal henti, yak kenal kata menyerah,” tegas Andi Malewa. (San)

(Bersambung)

Comments

comments