Kadiskominfo: “Smart City Butuh Smart People”

Kadiskominfo Sidik Mulyono. (Foto: San/DepokPos)

DEPOK – Sebelum konsep smart city, yang harus lebih dulu dibangun adalah smart people (orang-orangnya). Karena menurutnya percuma membangun smart city dengan teknologi jika akhirnya dirusak karena orang-orangnya tidak paham bahwa itu adalah bagian dari pembangunan.

Demikian ditegaskan Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (Diskominfo) Sidik Mulyono saat ditemui DepokPos dikantornya beberapa waktu lalu seusai acara serah terima jabatan yang menandai dimulainya tugas beliau di Diskominfo.

“Sebelum kita membangun smart city, yang lebih dulu kita bangun adalah smart people-nya,” tegas Sidik. “Misalnya saya ingin memasang kamera CCTV disetiap kelurahan, tapi rupanya ada orang yang nggak nyaman karena merasa selalu dipantau aktifitasnya, akhirnya CCTV tersebut malah dirusak,” jelasnya.

BACA JUGA:  Raperda Tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD Segera di Ajukan ke Gubernur

Karena itulah, menurut Sidik, selain mempersiapkan perangkat-perangkat smart city-nya mulai dari hardware dan aplikasi softwarenya, Diskominfo juga melakukan sosialisasi-sosialisasi untuk membangun smart people-nya.

“Begitu juga dengan OPD, karena smart city ini sebetulnya harmonisasi hubungan komunikasi antara kepala daerah besama OPD dengan masyarakat terkait masalah pelayanan dan masalah pengambilan keputusan. Jadi Smart city itu integrasi dari seluruh kemampuan yang ada di Kota ini,” jelasnya.

Bicara soal smart city sangatlah komperhensif, smart city merupakan problem solver dari seluruh permasalahan perkotaan. Jika yang konvensional menyelesaikan masalah hanya dengan fisik, dan ini sebetulnya tidak menyelesaikan masalah namun hanya meredam masalah.

BACA JUGA:  Laporan Pansus 5 Soal Raperda Kota Depok tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD

Sidik menganalogikan hal tersebut seperti meminum obat pereda rasa sakit yang hanya menghilangkan rasa sakit namun tidak mengobati penyakit tersebut.

“Itu hanya analogi, bahwa jika kita menyelesaikan permasalahn kota secara temporal ya tidak akan pernah selesai, bahkan menimbulkan masalah-masalah baru,” jelasnya.

Sementara untuk menuju smart city, Sidik mengatakan saat ini sudah ada perangkat-perangkat yang tersedia seperti call center dan panggilan darurat yang menjadi input Diskominfo untuk bisa membaca permasalahan apa yang sebetulnya terjadi di Kota Depok.

BACA JUGA:  Wanita Era 45 Hingga Milenia

“Karena saya baru disini, saya juga sudah minta data-datanya. Jadi masalah yang masuk bisa langsung dipetakan, akan terlihat Depok secara utuh apa sih masalahnya, secara parsial kita bisa langsung tahu. Penyelesaiannya juga harus komperhensif, tidak hanya satu bagian saja,” tegas Sidik. (San)

Komentar

komentar