Jelang Ramadhan Harga Daging Sapi Masih Stabil

Menjelang Bulan Ramadhan, banyak kebutuhan pokok merangkak naik. Tidak sedikit harga kebutuhan pokok di berbagai pasar tradisional sudah mengalami kelonjakan, namun ibu-ibu rumah tangga cukup bisa menghela nafas sedikit, karena harga-harga di Pasar Cibinong, Bogor, Jawa Barat masih stabil. Pedagang tetap mendapat omzet dari hasil berjualannya, walaupun tidak seperti untung bersih normalnya.

Daging sapi dan daging ayam memang penting untuk tubuh, keduanya menjadi salah satu sumber protein, tetapi tidak sedikit pula masyarakat beralih dengan memakan lauk tempe atau tahu untuk menekan pengeluaran sehari-hari. Meskipun begitu, pasokan daging sapi akan terus disediakan untuk memenuhi permintaan masyarakat.

BACA JUGA:  PKS - Gerindra Sepakat Usung Deddy Mizwar pada Pilgub Jabar

Memang hal yang biasa dirasakan oleh ibu rumah tangga dalam menghadapi kelonjakan harga menjelang Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Namun, tidak sedikit pula yang merasa keberatan dengan melambungnya harga daging di pasaran.

Andi sebagai pedagang daging sapi di Pasar Cibinong ini merasa cemas jika harga bahan yang dijualnya akan melambung, “Sekarang sih masih di harga Rp.110.000/Kilogram,” ucap beliau. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan harga daging sapi akan merangkak naik, tetapi biasanya dua hari sebelum puasa.

BACA JUGA:  Semangat Juang Pedagang Kue

Tidak tanggung-tanggung, harga per kilogram daging sapi dapat menembus angka Rp120.000-140.000, “ Biasanya sih naiknya dari harga 120.000-140.000,”ujar Andi. Pedagang berharap kepada pihak yang bersangkutan agar harga-harga daging sapi maupun kebutuhan pokok dapat lebih diturunkan saja supaya daya minat pembeli tetap berjalan lancar, “Ya saya berharap agar lebih ditekankan saja sih harganya, lebih turun. Agar banyak yang tetap minat terhadap daging sapi,” tambah Andi.

Tidak hanya berharap pada harga agar stabil atau bahkan menurun, pedagang juga menginginkan agar stok daging tetap berjalan sebagaimana mestinya. Tidak mengalami hambatan atau bahkan tidak ada stok daging sama sekali, karena akan berimbas pada perekonomian pedagang itu sendiri dan daya minat pembeli juga. (Anisa Anindita/PNJ)

BACA JUGA:  Menjadi Seorang Entrepreneur

Komentar

komentar