Isu Penggusuran, Aktivitas Pasar Kemiri Tetap Normal

Suasana Pasar Kemiri Muka di pagi hari. (Foto Tutut)

Banyak orang yang sudah beralih menggunakan teknologi canggih, salah satunya adalah belanja online. Teknologi ini banyak menghasilkan banyak lapak penjual yang toko, barang, bahkan penjualnya pun tidak dikenal. Tapi pada era modern ini, masih banyak juga orang yang masih memilih untuk belanja ke pasar tradisional.

Masyarakat yang biasa menggunakan commuter line Jabodetabek dari arah Jakarta menuju Bogor pasti tahu stasiun Depok Baru. Sekitar 100 meter dari Stasiun atau tepatnya di bawah fly over stasiun Depok Baru, terdapat pasar tradisional Kemiri Muka. Berada di Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji, Kota Depok.

Sering terdengar suara gerbong kereta, mesin pemotong kelapa dan pisau daging yang digerakkan oleh pedagang untuk memotong daging-daging tersebut. Perpaduan suara tersebut diiringi dengan suaara pedagang dan pembeli di pasar Kemiri Muka.

BACA JUGA:  Pemkot Akan Perbaiki Sistem Gaji PHL

Ramainya transaksi antara pedagang dan pembeli membuat suasana pasar itu terlihat padat. Pedagang meneriakkan harga yang mereka tawarkan dengan lantang dan semangat. Ada juga pedagang yang mengupas sayuran, mengobrol dengan pedagang lain atau ada yang tidur.

Waktu subuh adalah waktu yang sangat tepat untuk berbelanja. Karena masih banyak sayuran segar, tempatnya tidak panas dan masih banyak pilihan untuk memilih sayur, buah atau kebutuhan dapur lainnya.

Pembeli didominasi oleh pedagang sayuran dan pemilik usaha rumah makan. Seperti ibu Sri (48) yang membuka usaha di Depok Town Square. Ia membeli banyak tahu dan bakso untuk diolah kembali. “Sudah langganan di sini dan Saya setiap hari datang kesini untuk membeli tahu dan bakso.”

BACA JUGA:  Raperda Tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD Segera di Ajukan ke Gubernur

Pembeli sangat antusias membeli dan menawar barang belanjaan mereka. Para pedagang pun tidak kalah antusias, walau terkadang pedagang harus memaksakan dagangan mereka terjual dengan untung yang tidak banyak.

Heri (35) sudah 15 tahun berdagang di pasar Kemiri Muka, ia berjualan tahu, nugget, bumbu dapur, bakso, sosis, ayam, dan lain-lain. “Tiap masing-masing orangkan beda-beda. Ada yang gampang, ada yang susah. Wajarlah yang namanya orang beli pasti nawar, itu sudah biasa.”

Penggusuran Lahan

Penjual sedang khawatir, karena dalam waktu dekat lahan yang digunakan sudah puluhan tahun diisukan akan segera digusur. Tepatnya setelah Lebaran Idul Fitri. Kurang lebih 4000 pedagang akan terkena dampak dari penggusuran ini. Pedagang sangat mengharapkan kebijakan dari pemerintah dan pihak PT Petamburan. Karena lahan berjualan tersebut merupakan tempat mereka mencari rezeki.

BACA JUGA:  Laporan Pansus 5 Soal Raperda Kota Depok tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD

Jika tidak ada solusi dalam permasalah ini, pedagang sangat kebingungan dan resah harus pindah kemana. Karena banyak yang sudah berjualan belasan tahun bahkan puluhan. Pedagang sangat menyanyangkan karena kalahnya gugatan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menghadapi PT Petamburan di tingkat Pengadilan Tinggi Jawa Barat.

Terlihat ada spanduk yang dipasang oleh pedagang untuk melawan aksi penggusuran Pasar Kemiri Muka. Hal ini dikarenakan para pedagang sudah putus asa atas tindak dari pihak PT Petamburan. Pedagang juga mengharapkan keadilan atas tindak lanjut penggusuran tersebut. (Tutut Hasti/PNJ)

Komentar

komentar