Indonesia & Jerman Mulai Garap Sistem Pendidikan Vokasi

Pemerintah Indonesia dan Jerman menandatangani kesepakatan kerjasama (Declaration of Intent) dalam sistem pendidikan pelatihan teknik dan vokasi.

Penandatangan Declaration of Intent on Strengthening and Deepening of the Partnership in the Field of Technical and Vocational Education and Training pada Jumat (12/5/2017) merupakan kelanjutan dari komitmen antara Presiden Joko Widodo dan Kanselor Republik Federal Jerman Angela Merkel.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/ Bappenas) Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan Declaration of Intent ditujukan untuk mendorong implementasi German Dual Approach to Technical and Vocational Education and Training (TVET).

BACA JUGA:  Tak Pandang Usia, Para Murid Perguruan Islam Al Syukro Universal Bantu Rohingya

German Dual Approach to TVET mengedepankan keterlibatan swasta atau industri dalam peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan teknik dan vokasi di Indonesia.

“Kerjasama dalam pendidikan vokasi ini sejalan dengan komitmen Indonesia melakukan reformasi pendidikan vokasi untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, berkeahlian dan sesuai dengan kebutuhan industri dan pembangunan nasional,” ujarnya.

Deklarasi kerjasama ini mencakup enam poin penting:

1. Dukungan untuk mendorong reformasi sistem pendidikan dan pelatihan vokasi dalam hal meningkat keterlibatan intensif swasta,

2. Peningkatan kebekerjaan dan pembangunan sektor unggulan dan daerah,

BACA JUGA:  Gelora Literasi 500 Siswa Sekolah di Bumi Sangkabulan

3. Pengembangan sistem vokasi yang berkelanjutan dari pendidikan menengah ke jenjang pendidikan tinggi,

4. Peningkatan kualitas pembelajaran, pendidik vokasi, dan asesor terutama melalui pelatihan di industri,

5. Membangun kerjasama erat antara satuan pendidikan vokasi dan sektor swasta baik Indonesia dan Jerman,

6. Peningkatan kualitas dan cakupan dalam pengembangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia dan kurikulum pendidikan vokasi bekerjasama dengan pihak swasta dan pengembangan sistem sertifikasi kompetensi lulusan.

Sebagai tindak lanjut dari deklarasi ini, Indonesia dan Jerman akan menggelar High Level Round Table on Technical and Vocational Education and Training.

BACA JUGA:  Gelora Literasi 500 Siswa Sekolah di Bumi Sangkabulan

Bambang menambahkan pemerintah akan mendorong penambahan jumlah sekolah vokasional dalam rangka meningkatkan kuantitas lulusan pendidikan vokasi.

Saat ini, Indonesia memiliki 13.167 SMK yang didukung oleh 287.717 guru kejuruan.

“Dari sisi kualitas lulusan, pemerintah akan memprioritaskan peningkatan kompetensi guru serta perbaikan kurikulum dan penyediaan balai latihan yang memadai,” tegasnya.

Komentar

komentar