Hitam Putih Persahabatan

Ilustrasi. (Istimewa)

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah. Sering sekali menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama.

Sahabat memang orang yang paling dekat dengan kita. Orang yang mengerti kegalauan ketika terlalu malu bercerita pada orangtua, sekaligus orang yang ikut merasakan kebahagiaan.

Banyak hal yang bisa dilakukan bersama sahabat untuk dapat merelaksasikan diri dari kepenatan hidup yang dirasakan. Bisa melakukan kegiatan-kegiatan mulai dari shoping, karaoke, wisata, makan bersama. Bahkan itu bisa menjadi kenangan termanis atau terhebat yang tidak akan pernah terlupakan. Bahkan ketika berantem sama pacar dialah yang menjadi penengah supaya damai lagi.

BACA JUGA:  Setiap Tahun Rp225 trilyun Terbakar Sia-sia

Kesibukan yang membuat sulit untuk bertemu. Pas lagi senggang, dia lagi rapat. Saat lagi praktikum, dia lagi libur. Tapi percayalah, sahabat tidak pernah menganggap keinginanmu untuk curhat sebagai pesan yang basi.

Walaupun tidak memiliki hubungan darah, ikatan persaudaraan menjadi kuat layaknya saudara sendiri. Banyaknya pengalaman yang dialami bersama menjadikan ikatan begitu erat. Jika kakak atau adik adalah saudara yang dipilihkan oleh tuhan, sahabat ibarat saudara yang kamu pilih sendiri.

Dia adalah sosok yang tidak akan cemburu atau iri akan pencapaian yang diraih. Bagi dia, melihat segala prestasi dan pencapaian adalah sebuah kebanggan tersendiri.

BACA JUGA:  Pengembangan Lingkungan Masyarakat Melalui Program Bedah Rumah

Dibalik sosoknya yang sering terlihat konyol, dialah orang yang akan selalu mendorong untuk menjadi yang lebih baik dia tak akan canggung memberi saran dan kritikan. Satu-satunya yang dia inginkan adalah melihat tumbuh jadi seseorang yang lebih sukses dan berhasil di masa depan.

Namun, sebagai sahabat dia pun mengerti kapan waktu yang tepat untuk memberi semangatu. Persahabatan itu terasa seimbang lantaran sama-sama mengenal dengan dalam

Benar bahwa sahabat tidak akan meninggalkan sendiri, namun sahabat sejati akan selalu mendukung dan ingin agar menjadi seseorang yang semakin baik, tepatnya semakin dewasa. Tidak lagi mensyaratkan harus bertemu seminggu tiga kali, namun bagaimana memelihara komunikasi ketika ketemuan sulit terjadi.

BACA JUGA:  Setiap Tahun Rp225 trilyun Terbakar Sia-sia

Persahabatan sejati tidak lagi harus tukar buku diary, tapi menghormati privasi sahabat dan tidak memaksanya untuk berbagi. Persahabatan melihat bahwa sahabat tetap merupakan pribadi unik dengan keragaman yang tidak disamakan dengan orang lain. (Sukma Dharda R.M/PNJ)

Komentar

komentar