Harga Cabai Mulai Merangkak Naik

(Foto Rahmyati )

Harga kebutuhan pokok masyarakat setiap tahun akan mengalami kenaikan. Begitu pula dengan harga cabai di pasar Kemiri, Depok Baru. Perlahan-lahan harga cabai mendekati angka yang fantastis. Pedagang cabai pun mengeluhkan hal tersebut.

Cabai merupakan kebutuhan masyarakat setiap harinya. Tidak ada rasa enaknya makan kalau belum membuat sambal. Pasokan cabai pun akan terus disediakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Akan tetapi, beberapa hari terakhir menjelang bulan ramadan, harga cabai kini memasuki tekanan. Penjual menangis dan pembeli berteriak dengan harga tersebut.

Bagi Ibu rumah tangga dan pedagang cabai, kenaikan harga sebelum memasuki bulan ramadan itu sudah hal yang biasa. Walaupun demikian, rasa tercekik tetap di alami oleh pembeli dan pedagang cabai. Memang sudah menjadi rutinitas setiap tahunnya sebelum memasuki bulan ramadan, harga kebutuhan pokok akan naik terutama dengan harga cabai. Seperti contohnya Yosep yang merupakan pedagang cabai di pasar Kemiri, Depok Baru. Yosep berpendapat bahwa harga cabai mulai merangkak naik keangka yang tidak biasa. ‘’Awalnya 16.000 per kilo,’’ ujarnya.

Akan tetapi, ketika mau memasuki bulan ramadan harga cabai melonjat tak terkira. ‘’Sudah mencapai harga 28.000 sampai 30.000,’’ ujarnya lagi dengan sedikit tersenyum pasrah. Perbedaan dari harga awal dengan harga sekarang sudah mencapai selisih 12.000 atau 14.000.

Penyebab kenaikan harga cabai dikarenakan faktor gagal panen. Hal itu pun berimbas kepada harga cabai yang meroket. Jadi, tidaklah heran jika harga sudah mencapai angka 30.000 per kilo. Cabai-cabai tersebut berasal dari Kota Cianjur dan wilayah Jawa Barat lain yang sedang mengalami musin gagal panen. Pembeli pun menjerit karena kenaikan ini dan pedagang cabai pun tidak mampu berbuat apa-apa. Harga yang mendulang tersebut membuat pembeli menjadi menurun. (Rahmyati/PNJ)

Komentar

komentar