Empat Proses Muslimah dalam Mencintai Al Qur’an

“Wahai para muslimah salam ukhuwah yang harus terus di gemakan,,,,,,,mengiringi iringan langkah yang tak tergoyahkan, tuk menuju jannah yang telah Ia sediakan truntuk kita yang menginginkan dan mendambakan, bersama Al-Qur’an mari kita raih kemenangan”

Pada hakikatnya kita adalah mahkluk yang diciptakan oleh Allah swt, yang mana dengan melalui proses penciptaan yang sangat luar biasa, sebagaimana telah Allah jelaskan dalam firmanya dalam beberapa surat diantaranya di dalam surat Al-mu’minun dan Al-hajj. Dan kemudian kita diciptakan di dunia ini adalah sebagai kholifah, terutama kholifah untuk diri sendiri, dan yang lebihnya kholifah untuk orang lain dan bisa membawa mereka menuju jalan yang Allah ridhoi.

Wahai saudaraku, bahwasanya kita di didk sedari kecil oleh orang tua kita dengan berbagai banyak pendidikan yang diberikan , tetapi yang lebih utama ialah pendidkan agama. Pendidkan agama tersebut mencakup berbagai aspek diantaranya : bagaimana mengenal Allah, Rasul, Malaikat, kitab suci ( Al-Qur’an ) dan lain sebagainya.

Saudaraku fillah, apakah antun semua di ajari Al-Qur’an sedari kecil oleh orang tua antun ?, jawabanya pasti ada yang bilang” iya” dan pasti juga ada yang bilang” tidak”. Tak masalah, meskipun dari kecil kita tak di ajari Al-Qur’an asal kita wajib mempunyai keinginan untuk bisa baca dan belajar lebih mengenai kalamullah ini.

Nah, bagi semua yang sudah bisa baca Al-Qur’an apalagi sudah bisa menghafalnya, waw,,,,itu sudah sangat luar biasa. Al-Qur’an adalah pedomanya ummat Isalam, Al-Qur’an adalah syifanya ( obatnya ) segala penyakit, baik penyakit lahir maupun batin, dan Al-Qur’an juga merupakan syafa’at ( penolong ) di akhirat kelak. Sungguh luar biasa orang yang selalu membacanya.

BACA JUGA:  Inilah Nikmat Terbesar

Ketika kita membaca satu huruf saja dalam Al-Qu’an berarti kita telah mendapat sepuluh kebaikan, apalagi kalau kita bacanya banyak, tidak bisa di hitung lagi berapa banyak kebaikan yang akan kita dapatkan. Diriwayatkan dari salah satu shohabat Rasulullah saw, bahwa Ali ra berkata “ Aku tidak mengatakan bahwa “Alif lamm mimm” itu satu huruf, tetapi “alif” satu huruf, “lamm” satu huruf dan “miim” satu huruf, yang mana pada ketiganya ada tiga puluh kebaikan”.

Apakah antun semua suka tilawah setiap hari?, ketika ada pertanyaan seperti ini, pastinya mengundang banyak jawaban yangberbeda, dintaranya pasti ada yang bilang “ iya”. Ada “tidak”. Dan ada juga “kadang-kadang karna saya terlalu sibuk”. Itulah jawaban yang sudah pasti terlontar.

Membaca Al-Qur’an rintanganya sangat lah luar biasa, syetan selalu saja tak henti-hentinya menggod kita supaya tidak membaca Al-Qur’an, semua jurus jitunya ia keluarkan, dan kebanyakan dari kita tak kuat dengan godaan dan ajakanya, yang pada akhirnya kita terjurumus ke dalam jebakan syetan.

Untuk membaca Al-Qur’an memanglah tak semudah membalikan tangan, apalagi di tambah banyaknya kesibukan. Terutam bagi pemula pasti banyak banget halanganya. Jangan khawatir saudaraku, ketika kita sedang futur maka bacalah Al-Qur’an. Nah gimana nih caranya biar kita bisa istiqomah membaca Al-Qur’an, di bawah ada beberapa fase untuk mengistiqomahkan membaca Al-Qur’an.

Dipaksa , nah saudaraku memangalah berat ketika kita melakukan sesuatu yang mana kita malas untuk melakukanya, termasuk juga membaca Al-Qur’an atau bahasa lainya adalah “tilawah”. Sesibuk apapun kita, secape apapun kita, dan semalas apapun malas tingkat tinggi, maka tetaplah paksakan diri kita untuk bisa tilawah. Karena sebanyak apaun dan seberat apaun pekerjaan kita setiap harinya maka akan hampa dan gak ada apa-apanya tanpa dibarengi dengan tilawah. Berusahalah dan paksakanlah pahala tak akan salah.

BACA JUGA:  Inilah Nikmat Terbesar

Kebiasaaan, ketika kita berusaha memaksakan diri untuk terus tilawah dan tak pernah meninggalkanya sehari pun, maka ketika itu akan tumbuh sikap kebiasaan. Kebiasaan muncul karna kita memaksakan, dan fase kedua ini sudah mulai mencerminkan bahwa ada keikhlasan dalam diri kita, dan saat itu pula Allah tersenyum melihat kita, bangga dengan kita. Nah, ketika sikap kebiasaan ini muncul maka kita harus meningkatkan target tilawah kita, yang awalnya satu hari satu lembar, maka naikkanlah menjadi satu hari dua lembar dan begitu pun seterusnya, sampai satu hari satu juz, akan lebih baik kalau bisa lebih.

Kebutuhan, di fase ketiga ini tilawah bukanlah lagi menjadi kebiasaanm namun sudah jadi kebutuhan. Seperti halnya kebutuhan tersier dan sekunder. Kalau kita sudah mencapai fase ketiga ini, maka sungguh sangat luar biasa pahala dan kasih sayang yang akan Allah berikan. Peluang syetan untuk menggoda kita sudah sangat sempit,karna di analogikan kalau kita sangat butuh akan sesuatu maka rintangan apa pun yang menghalangi akan kita lewati, begitupun godaan syetan yang menghalang-halangi kita untuk terus tilawah akan terkalahkan oleh obsesi kita untuk terus tilawah Al-Qur’an dan mulai juga untuk membaca tafsirnya.

BACA JUGA:  Inilah Nikmat Terbesar

Kenikmatan, inilah fase yang sangat kita inginkan dan kita tunggu-tunggu, dimana tilawah sudah menjadi kenikmatan, nikmat yang tiada terbandingkan dengan nikmat-nikmta yang lainya. Orang yang merasa nikmat ketika membaca Al-Qur’an berarti jiwanya sudah Allah naungi , Allah bangun di dalam dirinya benteng-benteng untuk melawan syetan. Ketika kenikmatan membaca Al-Qur’an sudah kita rasakan maka ketika itu pula para malaikat senatiasa bersama kita. Maka bersyukurlah dan berbahagialah bagi antun semua yang mana proses tilawahnya sudah mencapai fase yang ke empat ini. Al-Qur’an adalah teman, ketika ia tak bersama kita maka akan timbulnya rasa sedih dan hampa.

Dengan demikian, tak ada kata “ tak bisa “, “ tak ada wktu”, dan lain sebagianya. Jangan salahkan syetan terlebih dahulu, tapi salahkanlah diri-sendiri mengapa tidak bisa melawan syetan, setidaknya dengan meminta pertolongan kepada Allah swt dan sering berdzikir diantaranya ya dengan seringnya mambaca Al-Qur’an. Orang yang sering membaca Al-Qur’an maka hidupnya akan selalu damai, tentram dan bahagia. Keberuntungan yang berkali lipat bagi para pembaca kalamullah, dunia dan akhirat.

Tak ada kata terlambat, bagi yang belum bisa baca Al-Qur’an, mulailah dari sekarang, karena tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Allah swt yang mengatur semuanya. Ketika kita membaca Al-Qur’an maka secara tidak langsung kita sudah berbincang-bincang dengan pencipta kita, yaitu Allah swt. (Deudeu Maryani/STEI SEBI)

Komentar

komentar