DLHK Targetkan 600 Bank Sampah Beroperasi Selama 2017

Sala satu bank sampah yang berada di Cilodong. (Foto San)

DEPOK – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) erus memaksimalkan keberadaan 483 bank sampah di Kota Depok demi menekan volume sampah yang masuk ke TPA Cipayung. Selain bank sampah, DLHK juga akan terus memaksimalkan Unit Pengolahan Sampah (UPS) juga terus dimaksimalkan agar volume sampah bisa berkurang,

“Yang terpenting itu adalah kebiasaan mengolah sampah di kehidupan masyarakat,” ujar Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Kusumo, Jumat (12/05/2017).

Pihaknya mencatat, saat ini baru ada 483 bank sampah yang beroperasi di 11 kecamatan. Jumlah ini diharapkan bisa terus bertambah, seiring gencarnya sosialisasi pada warga Kota Depok. Untuk bank sampah yang aktif, saat ini baru mampu menampung 1-2 ton sampah warga Depok per hari. Sedangkan, total produksi sampah di kota ini mencapai 1.200 ton per hari.

BACA JUGA:  Bela Negara Jadi Rekomendasi Utama yang Dihasilkan Halaqoh Nasional

“Per hari sampah masuk ke TPA mencapai 700-750 ton. Padahal, kapasitas TPA Cipayung sudah overload sejak tahun lalu. Tapi, masih dipaksakan,” katanya.

Untuk rencana jangka panjang, Pemkot Depok menargetkan pembentukan 895 bank sampah sampai tahun 2020. Dengan penambahan ini, volume sampah yang dibuang ke TPA Cipayung bisa dikurangi secara signifikan.

“Target kami harus tercapai 600 bank sampah tahun ini. Sekarang pembentukannya sedang berjalan,” jelas Kusumo.

Selain bank sampah, kata Kusumo, Depok juga mempunyai 30 UPS yang aktif. UPS tersebut mempunyai kapasitas untuk menampung 2-2,5 ton sampah per hari. Dirinya juga berharap warga Depok bisa memilah sampah sebelum dibuang agar beban produksi sampah bisa berkurang.[]

BACA JUGA:  Sambut Sumpah Pemuda, OSIS SMAIT Tunas Bangsa Gelar COSMYG 2017

Komentar

komentar