Cinta Pertama Seorang Anak Perempuan

Ilustrasi. (Istimewa)

I may find a prince someday, but you will always be my king

Ada cinta yang terkadang tidak terlihat, karena memang ia tak pandai menunjukkannya. Ayah, yang sering dinomorduakan setelah Ibu. Tapi tanpa disadari, beliaulah pahlawan bagi keluarga.

Ayah tidak merasakan betapa sakitnya melahirkan, tapi tangan kokoh dan tenagannya dapat mengangkat tinggi-tinggi agar anak-anaknya bisa melihat dunia. Dia memiliki tanggung jawab besar untuk keluarga dan kasih sayangnya tidak perlu diragukan meski jarang terlihat.

Ayah adalah sesosok laki-laki yang patut untuk dikagumi sikap dan perbuatannya. Dia menjadi seorang raja bagi anak perempuannya, terutama karena bagi anak perempuan dialah cinta pertamanya. Dia pun rela bangun pagi-pagi dan pulang malam untuk mencari nafkah, tidak jarang pula membantu pekerjaan Ibu, dan membantu anaknya jika memerlukan sesuatu.

Ayah juga sering memarahi anaknya karena pulang malam, tidak belajar, malas-malasan, tetapi semua itu semata-mata karena dia khawatir dan sayang, tetapi dia tunjukkan dengan cara yang berbeda.

Waktu terasa sangat cepat. Tidak terasa, usianya bertambah. Parasnya mulai keriput, ingatannya mulai berkurang, penglihatannya mulai tidak jelas, dan juga tenaganya yang mulai lemah dan sering capek, tidak menjadikan sang raja untuk berhenti melakukan apapun untuk kerajaan yang bahagia.

“Ayah, perlakuanmu tidak sama seperti Ibu, tapi justru itu yang membuat anakmu tumbuh sebagai pribadi. Kasih sayangmu sama seperti Ibu, tak akan pernah tergantikan. Terima kasih atas semua yang telah kau berikan pada keluargamu, kau lah alasan aku ada di dunia ini.”

(Cucu Rizka Alifah/PNJ)

Comments

comments