Cegah Penyusutan, Pemkot Depok Mulai Pematokan Luas Wilayah Situ

Situ Cilodong, salah satu situ di Depok. (Foto San/DepokPos)

DEPOK – Dalam rangka mengantisipasi penyusutan lahan situ, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bersama Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) melakukan pematokan lahan 23 situ di Kota Depok.

Pematokan 23 situ ini dimulai dengan enam situ yang akan dimulai pegerjaan pematokan batasnya.

“Untuk awal ada enam situ yang akan dipatok batasnya,” kata Kepala Badan Perencanaan dan Penelitian Pengembangan Daerah Kota Depok Hardiono, Kamis (18/5/2017) .

Lebih lanjut, Hardiono mengatakan bahwa sejauh ini pemerintah daerah maupun pusat tidak mempunyai data pasti mengenai batas wilayah situ di Depok.

BACA JUGA:  "Menjaga Pancasila dan NKRI" Jadi Tema Peringatan Hari Santri di Al Hidayah Boarding School

Dengan adanya pematokan maka pemerintah memiliki data luas dan kondisi ril situ pada saat ini. Pendataan yang dilakukan Pemkot saat ini, akan dibandingkan dengan data yang berada di masyarakat

Enam situ yang akan ditentukan batas wilayahnya baru ada empat yang sudah dipastikan akan dilakukan selama satu bulan ini, yakni Setu UI, Jatijajar, Citayam, Rawa Besar, Cilangkap dan Sawangan-Bojongsari.

“Pekan kemarin telah rampung dipatok Setu Jatijajar dan UI. Empat situ lainnya masih proses,” tambahnya.

Selain itu, pemetaan dan pematokan juga melibatkan unsur masyarakat seperti ketua RT/RW dan jajaran pemerintah daerah serta warga setempat. Dilibatkannya warga demi warga karena BBWSCC ingin mengetahui luas sebenarnya situ dari keadaan awal hingga keadaan kondisi saat ini. (San)

BACA JUGA:  Sambut Sumpah Pemuda, OSIS SMAIT Tunas Bangsa Gelar COSMYG 2017

Komentar

komentar