Bersyukur Itu Penting, Mengeluh Adalah Keputusasaan

Akan datang masa dimana kita
Hanya mampu berkeluh dan menyesal
Berharap doa dapat memutar waktu,
Percalah waktu masih tersisa,
Percayalah hanya kita yang bisa beri nyawa segala harapan.

Sudahkah hari ini kita bersyukur?Atas apa yang sudah Tuhan berikan tanpa terhitung. Nyatanya kita masih sering memikirkan tentang betapa ‘tidak beruntungnya’, bukan tentang betapa ‘beruntungnya’. Padahal belum tentu hal itu benar. Padahal banyak karunia-Nya yang perlu disyukuri.

Manusia memang tidak ada satupun yang sempurna. Namun tanpa sadar kita terlalu memimpikan hal-hal yang sempurna. Hinga akhirnya termakan ambisi yang berujung depresi. Setiap manusia pasti memiliki masalah, dari yang mudah hingga sulit untuk dilalui.

Saat masalah yang datang dianggap terlalu berat, kita sering menghujat diri sendiri maupun orang lain, berkeluh kesah dan merasa tak ada satu orangpun mengerti. Sesak didada beradu dengan kesunyian. Putus asa. Akhirnya menyendiri adalah satu-satunya obat yang mampu meredakan.

Ketika mengeluh tentang sesuatu keadaan yang menurut kita tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, semua umpatan, kata-kata negatif pun keluar dari bibir kita, dan juga perasaan yang tidak nyaman dengan keadaan tersebut, akibatnya kita pun enggan untuk bersyukur atas kejadian tersebut, namun jika kita mau mengambil waktu sebentar untuk menyadarinya dengan logika dan akal sehat , percayalah bahwa akan selalu ada kebaikan dalam hal yang kita rasa buruk, bersyukur bahwa kita masih diberi kesempatan untuk merasakan kejadian tersebut sehingga kita dapat belajar, bersyukur bahwa kejadian itu terjadi pada saat ini, bukan diwaktu yang lain, masih banyak hal yang dapat kita ambil untuk terus tetap bersyukur daripada mengeluh

Mungkin kita semua pernah mengalami saat dimana kita merasa terperosok ke dalam lubang yang paling dalam. Masalah sekolah, kerjaan, atau keluarga pasti pernah mengusik ketenangan fikiran.

Sekadar tidak mendapat nilai sempurna dari tugas kuliah, atau melihat kemampuan teman yang begitu hebat, kita sering merasa putus asa. Mengeluh dan menyalahkan diri sendiri. Kenapa sih gue bodoh banget? Kenapa Tuhan enggak kasih gue kemampuan seperti mereka? Gue capek kaya gini terus!Gue emang enggak bisa apa-apa!Gue emang enggak punya apa-apa! Gue emang enggak mungkin bisa kaya mereka!

Semua fikiran dan keluh itu hanya akan membuat kita semakin terpuruk. Memang benar setiap orang memiliki kemampuannya masing-masing, namun seharusnya kita dapat lebih belajar dari mereka. Untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Tidak muda?! Ya, memang tidak akan mudah mengikhlaskan rasa lelah yang sudah menggunung menjadi amarah. Tetapi disanalah kita diuji. Seberapa tangguh hati kita mengubah semua itu menjadi motivasi.

Kenyataanya masih banyak yang perlu disyukuri. Bersyukur adalah hal paling penting dalam hidup, karena dengan bersyukur masalah apapun yang datang akan terlewati lebih mudah. Hari-hari yang kita lalui akan lebih bahagia. Tanpa melupakan apa yang kita miliki belum tentu dimiliki orang lain.

Diluar sana banyak sekali orang-orang yang tidak semudah membuka tutup saji dimeja makan untuk menikmati makanan lezat. Diluar sana masih ada yang melewati malam beratap langit. Diluar sana masih ada yang membaca buku hanya asik dengan gambar tanpa bisa membaca isi tulisannya. Apakah itu semua terlintas dalam benak kita?

Maka bersyukurlah atas semua yang telah dimiliki saat ini, cintailah apa yang kita miliki, dan tingglkan jauh-jauh kebiasaan mengeluh karena ia hanya akan melemahkan potensi serta rasa percaya diri kita. (Siti Anisa/PNJ)

Komentar

komentar