Anda Pecinta Kucing? Waspadai Gejala ini!

Ilustrasi kucing. (Istimewa)

Memiliki hewan peliharaan merupakan salah satu hal yang menyenangkan bagi para pecintanya. Tak jarang, kita sebagai pecinta hewan sudah menganggap hewan tersebut seperti teman baik atau bahkan sahabat yang selalu setia menemani. Sang pemilik tentu akan memperhatikan kesehatan dari hewan yang dipeliharanya. Memiliki berat badan yang ideal, bulu yang bersih dan tidak rontok, serta lincah bermain merupakan dambaan bagi setiap pemilik hewan peliharaan.

Bagi Anda pecinta hewan, khususnya pecinta kucing tentu sering menghadapi berbagai penyakit yang mudah menyerang sang kucing, salah satunya ialah penyakit kulit. Sekalipun Anda sudah berusaha untuk menjaga kebersihan dan kesehatannya sedemikian rupa, tetap saja pasti ada saatnya kucing terkena penyakit kulit. Apa saja sih penyakit kulit yang sering menyerang kucing, penyebab penyakit kulit serta pengobatan yang harus dilakukan?

Menurut Drh. Yulis Purwitasari, menjelaskan ada tiga penyakit kulit yang sering menyerang kucing, yaitu :

1. Scabiosis

Scabiosis adalah penyakit kulit pada kucing yang disebabkan oleh tungau golongan Sarcoptes scabiei. Gejala klinisnya ialah timbul keropeng pada telinga, kaki dan ekor. Pada umumnya, hewan yang terserang memiliki tingkat kegatalan yang hebat dan dapat ditularkan pada hewan lain melalui keropeng yang terjatuh.

Pengobatan yang dapat dilakukan yaitu memberikan Selamectin spot on (obat penghilang tungau/kutu), vitamin megaderm (vitamin untuk bulu), dan rutin memandikan kucing.

2. Pediculosis

Pediculosis adalah penyakit kulit pada kucing yang disebabkan oleh kutu (lice). Pada umumnya, kutu menempel pada bulu dan menyebabkan kerontokan pada rambut karena merusak lapisan epidermis. Ketika dilakukan pemeriksaan mikroskop, ditemukan adanya kutu (lice) jenis Ctenocephalides fellis.

Penyakit ini menyerang kitten (anak kucing) maupun kucing dewasa. Umumnya penularan disebabkan karena terjatuhnya kutu (lice) yang kemudian terbawa oleh hewan saat berjalan.

Pengobatan yang dapat dilakukan yaitu memberikan Frontline / Selamectin spot on (obat penghilang tungau/kutu), vitamin megaderm (vitamin untuk bulu), dan mandi kutu.

3. Dermatopytosis (Ringworm)

Dermatopytosis (Ringworm) adalah penyakit kulit pada kucing yang disebabkan oleh jamur. Munculnya jamur ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu karena kelembapan atau karena berasal dari kutu/bakteri. Pada pemeriksaan mikroskop, ditemukan adanya Ringworm.

Pengobatan yang dapat dilakukan ialah memberikan tetes Selamectin, Itraconazole dan rutin memandikan kucing menggunakan sebazole untuk menghilangkan penyakit ini.

Nah, mulai sekarang bagi Anda pecinta kucing, sudah saatnya untuk lebih waspada jika kucing kesayangan Anda memiliki gejala seperti itu. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter hewan agar cepat ditangani. Jika lamban dalam penanganan, maka penyakit kulit yang ada pada kucing dapat menular ke manusia yang umumnya juga merasakan gatal yang sangat hebat. (Kalika Diah Prameswari Marpaung/PNJ)

Comments

comments